MANGGARAI, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pendampingan psikososial berkelanjutan bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis anak, orang tua, dan lansia.
Hal itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8). Dalam kunjungan tersebut, ia mengajak anak-anak berbincang mengenai cita-cita dan menyanyikan lagu “Hari Merdeka” serta “Garuda Pancasila” untuk membangun kembali keceriaan mereka.
Khofifah juga menanyakan kesiapan anak-anak untuk kembali bersekolah setelah kondisi sekolah dinyatakan aman. Anak-anak menjawab serentak siap kembali belajar.
“Kami mengirim tim LDP, layanan dukungan psikososial. Tim LDP ini ada empat orang yang sudah tiga hari di sini. Jadi ini tim trauma healing,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, trauma healing membutuhkan proses dan tidak dapat diselesaikan melalui satu kali kegiatan. Karena itu, Pemprov Jatim akan mendorong pendampingan yang berkelanjutan melalui penguatan, konseling, dan dukungan psikososial.
Menurut Khofifah, pengalaman gempa dapat meninggalkan rasa takut dan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak. Pendampingan diharapkan membantu mereka kembali merasa aman, beraktivitas, belajar, dan mengejar cita-cita.
“Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Kita semua bersaudara. Tetap semangat, sehat dan kuat untuk menghadapi ujian ini,” ujarnya. (*)







