banner 400x130

Emil Dardak Daftar Ketua Demokrat Jatim, Siap Bawa Partai Lebih Dekat dengan Rakyat

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, saat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Demokrat Jatim periode 2026–2031 di Kantor DPD Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026).

SURABAYA, WartaTransparansi.com – Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031, Kamis (20/8/2026). Emil datang ke kantor DPD Demokrat Jatim bersama sejumlah Ketua DPC sebagai bagian dari tahapan Musyawarah Daerah (Musda) VII yang akan digelar 28–29 Agustus 2026.

Dalam pendaftaran tersebut, Emil menegaskan keputusannya kembali maju merupakan hasil komunikasi dengan para Ketua DPC dan senior Partai Demokrat. Ia menyebut dukungan dari jajaran DPC menjadi dorongan untuk melanjutkan kepemimpinan di periode mendatang.

“Saya pribadi dengan segala kerendahan hati merasa sangat terhormat dari komunikasi hati ke hati dengan segenap ketua DPC. Kami mengakui segala kekurangan dalam perjalanan memimpin Partai Demokrat,” ujarnya.

Emil tidak menyebut secara spesifik jumlah Ketua DPC yang memberikan dukungan. Ia menekankan bahwa proses pencalonannya dibangun melalui semangat kolektif-kolegial.

“Ya, wah itu seperti sudah bulat ya. Karena kita memang kolektif-kolegial. Kita semangat mengelola partai itu semua ketua DPC harus selalu rembuk,” katanya.

Jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, Emil mengatakan penguatan struktur hingga tingkat anak ranting menjadi salah satu fokus utama. Menurutnya, strategi politik tidak dapat diseragamkan karena setiap daerah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda.

“Kita ingin memperkuat struktur kita sampai ke akar rumput, dalam hal ini anak ranting. Setiap daerah punya kekhususannya masing-masing. Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso,” jelasnya.

Karena itu, Emil menilai DPC harus menjadi penggerak utama dalam menjalankan program partai di wilayah masing-masing. “Program DPD pun DPC lead di depan,” tegasnya.

Ia juga meminta kader Demokrat tidak hanya hadir ketika momentum Pemilu semakin dekat. Menurut Emil, partai harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk membantu warga menghadapi persoalan kekeringan maupun kesulitan mengakses program pemerintah.

“Jangan pas lagi nyari suara saja. Justru hari inilah kita ini harus betul-betul hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Terkait kepemimpinan partai, Emil menegaskan dukungannya kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia ingin Demokrat Jatim tetap berada dalam satu garis perjuangan dengan kepemimpinan DPP.

“Kami tentunya ingin untuk mendukung kepemimpinan beliau. Bersama-sama kita sebagai satu bahtera kapal Partai Demokrat di bawah nakhoda Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, kita akan berjuang untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara mengenai kemungkinan menjadi calon tunggal, Emil memilih menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme Musda. “Musda ini artinya kami ikuti dulu, nggak boleh ndisi’i (mendahului),” tegasnya.

Ia juga menyebut komposisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) DPD Demokrat Jatim periode mendatang merupakan kewenangan formatur dan harus mengikuti aturan organisasi serta melibatkan DPP.

Sebelumnya, Panitia Musda VII Demokrat Jatim membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD periode 2026–2031 pada 14–20 Agustus 2026. Setiap bakal calon wajib memenuhi persyaratan administrasi serta memperoleh dukungan minimal 20 persen dari pemilik hak suara yang telah diverifikasi.

Nama-nama yang memenuhi persyaratan selanjutnya akan diusulkan kepada DPP Partai Demokrat untuk menjalani fit and proper test serta menyampaikan visi dan misi. (*)

Penulis: Amin Istighfarin