SURABAYA – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah akibat fenomena El Nino. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami keterbatasan sumber air dan rawan bencana.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino di Indonesia mulai aktif sejak pertengahan Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, dengan puncak musim kemarau yang lebih kering terjadi pada Juli hingga September 2026.
Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo mengatakan, sejak Juni hingga 18 Agustus 2026, PMI kabupaten/kota di Jawa Timur telah mendistribusikan 1.951.189 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Distribusi air bersih tersebut telah menjangkau 103 kelurahan/desa di 54 kecamatan yang tersebar di 18 kabupaten/kota,” ujar Imam Utomo di Surabaya, Selasa (18/8/2026)
Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 125.849 jiwa menjadi penerima manfaat. Dalam pelaksanaannya, PMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan bantuan dapat disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.
Dukungan operasional pendistribusian air bersih diperoleh PMI Provinsi Jawa Timur melalui bantuan PMI Pusat. Bantuan tersebut digunakan untuk memperkuat penanganan di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan serta berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.
Selain mendistribusikan air bersih, PMI juga melakukan promosi kebersihan dan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Kegiatan tersebut telah menjangkau sekitar 8.909 jiwa penerima manfaat.
PMI Jawa Timur memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Prioritas diberikan kepada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih, terutama selama periode puncak musim kemarau.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi meluas selama fenomena El Nino berlangsung. (*)







