banner 400x130
Ekbis  

Indonesia dan Fujian Sepakati Percepatan Proyek Konkret Program TCTP

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan percepatan proyek konkret TCTP diharapkan dapat mendukung pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri baru Indonesia.

JAKARTA, WartaTransparansi.com – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), menyepakati percepatan penyusunan daftar proyek dan sektor prioritas sebagai dasar implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian Zhao Zenglian di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk mempercepat realisasi berbagai proyek konkret guna memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan pengembangan kawasan industri.

Menko Airlangga mengatakan percepatan implementasi TCTP sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang sebagai pusat industri baru yang diharapkan menjadi “Shenzhen-nya Indonesia”.

“Salah satunya melalui percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (22/7).

Airlangga juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Fujian terhadap pengembangan kerja sama tersebut dan berharap implementasi TCTP dapat segera menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.

Hingga saat ini, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai bentuk kerja sama melalui kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Sebanyak 30 nota kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.

Sementara itu, Wakil Gubernur Fujian Zhao Zenglian menyampaikan komitmen pemerintahnya untuk mempercepat pelaksanaan TCTP melalui penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, identifikasi proyek prioritas, serta penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih terarah.

Menurut Zhao, Pemerintah Provinsi Fujian siap bekerja sama dengan Indonesia dalam mengembangkan kawasan TCTP dan mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama.

Selain pembahasan proyek investasi, kedua pihak juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pendukung implementasi TCTP. Langkah yang akan ditempuh meliputi peningkatan fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, kelancaran arus barang, serta perluasan akses pasar guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Fujian juga sepakat menyusun langkah tindak lanjut yang terukur. Masukan dari pertemuan tersebut akan diintegrasikan ke dalam penyusunan masterplan implementasi TCTP sebagai pedoman pelaksanaan program pada masa mendatang.

Pada akhir pertemuan, Zhao menyampaikan undangan resmi kepada Airlangga untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) yang akan digelar di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, pada 8 September 2026. Pameran tersebut merupakan salah satu ajang investasi internasional terbesar yang berfokus pada promosi investasi dua arah dan perdagangan global.**

(din/ais)