banner 400x130

M. Basri Moncer sebagai Pemain dan Pelatih, Mensyukuri 60 Tahun Pernikahan

Suasana Pemahaman (alm) M. Basri

Kisah perjalanan M. Basri bin Daeng Zara’ mencatat prestasi di lapangan hijau dan membina rumah tangga selama 60 tahun.

“Bapak sama ibu (Aisyah Johar, 82 tahun) sudah menjalani bahtera rumah tangga atau menikah selama 60 dan tanggal 7 Februari 2026 lalu, baru mensyukuri bersama keluarga anak-anak dan cucunya,” kata Ahmad Ridwan Basri (60 tahun, 27 Agustus 2026 nanti), anak sulung M. BAsri, Kamis (23/7/2026).

Iwan juga menceritakan saat mendengarkan dari isterinya bahwa detik-detik menjelang almarhum M. Basri wafat, sambil mengikuti bacaan syahadat kedua matanya melihat ke atas, kemudian memejamkan dengan tenang.

“Alhamdulillah bapak sampai akhir hayat membaca syahadat dan menutup mata dengan tenang,” kata Iwan —panggilan Ahmad Ridwan Basri—.

Perkawinan dengan Ibu Aisyah Johar dikarunia 5 putra putri (1) Ahmad Ridwan Basri, (2) Rinawati Basri, (3) Mohammad Rizal Basri, (4)?Yulianti Basri, dan (5) Irmawati Basri.

M. Basri setelah mengakhiri prestasi sebagai pemain nasional, pada awal tahun 1972, melanjutkan karier di Surabaya, pada tahun 1977-1979 bersama Mudayat (pelatih kepala) melatih Persebaya Surabaya, dengan pemain-pemain yang juga pernah mengantarkan Persebaya juara pada dekade berikutnya, seperti Rusdy Bahalwan-Soebodro dan kawan-kawan.

Ketika menangani Persebaya dengan sejumlah pemain bintang saat itu, berhasil menjadi juara Perserikatan tahun kompetisi 1977-1978.

Persebaya juara setelah mengalahkan Persija 4-3 pada babak final GBK, 28 Januari 1978. Gol Persebaya dicetak Hadi Ismanto 2 gol, Rudy W. Keltjes, dan Joko Malis.

Skuad Persebaya Juara Perserikatan 1977-1978, dengan pemain kunci;
Penjaga gawang/Kiper; Didiek Nurhadi (saat itu kiper utama) pertandingan final lawan Persija, dan Suharsoyo kiper utama juga.

Pemain belakang terdiri atas; Santoso Pribadi (bek kiri, 7 tahun di Persebaya dan bagian tim juara 77-78), Rusdi Bahalwan-Soebodro (duet bek belakang), I Wayan Diana (bek tengah tangguh. Masuk 1976, langsung bawa juara 76/77), Hamid Asnan (bek kanan), Riono Asnan (palang pintu)

Pemain Gelandang terdiri atas; Budi Santoso (gelandang andalan, pemain Persebaya 1969-1978), Suyanto, Syamsul Arifin, Rudy W. Keltjes / Rudy William Keltjes, (5 musim di Persebaya, 1975-1979).

Penyerang terdiri dari; Abdul Kadir (Legenda striker kiri luar, si kancil),
Hadi Ismanto (gelandang penyerang), dan Waskito, Joko Malis Mustofa, Johny Fahamsyah, Ninit Nurcahyo, Yopie Saununu (Pemain timnas era 70-an).
Keberhasilan Persebaya saat itu, gelar juara Perserikatan ke-3. Dimana masa Perserikatan Total Persebaya 4 kali juara Perserikatan: 1951, 1952, 1978, 1988

M. Basri (lahir 5 Oktober 1942) dengan nama
lengkap Muhammad Basri, dengan karier sebagai pemain tahun 1960 : (Klub MOS Makasar), 1961 : PSM Makassar. 1968 : Pardedetex Medan.
1970−1973 : Warna Agung Jakarta. Tim nasional pada tahun 1962−1973

Sebagai pelatih ;
Persebaya Surabaya (1977-1979),
NIAC Mitra (1980-1986), Timnas Indonesia (1989-1990),
Arema Malang (1991–1993), Mitra Surabaya
(1994–1995), PSM Makasar (1995–1999),
Arema Malang (2000–2001), Persim Maros
(2003–2004),
Persita Tangerang
(2004–2005),
PSM Makasar
(2005–2006),
Persela Lamongan
(2007–2009),
PSS Sleman (2010–2011)
Gasma Enrekang (2011–2012), Persiba Bantul
(2012–2013)

1980-1986: Niac Mitra
1983: Timnas Pra Olimpiade
1989: Timnas Pra Piala Dunia, Timnas SEA Games
1991-1993: Arema Malang
1994: Mitra Surabaya
1995-1997: PSM Makassar
2000: Arema Malang
2003: Persim Maros
2004: Persita Tangerang
2005: PSM Makassar
2007-2009: Persela Lamongan
2010: Gasma Enrekang
2010-2011: PSS Sleman
2011-….: Persiba Bantul

Prestasi kepelatian
1977: Juara Kompetisi Perserikatan (Persebaya Surabaya)
1981: Juara Galatama (NIAC Mitra)
1982: Juara Galatama (NIAC Mitra)
1986: Juara Galatama (NIAC Mitra)
1993: Juara Galatama (Arema Malang)
1996: Finalis Liga Indonesia (PSM Makassar)
2010: Juara Habibie Cup (Gasma Enrekang). (*)

Penulis: Djoko Tetuko