banner 400x130
Blitar  

Pastikan Program Pemerintah Pusat Tepat Sasaran, Auditur Kementan Cek Benih Tebu KBD CV Lang Buana di Blitar

BLITAR, WartaTransparansi.com – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) pengawas intern di lingkungan Kementerian Pertanian audit lapangan terhadap pelaksanaan Program Bongkar Ratoon (BR) Tebu Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Blitar, Jum’at (10/07/2026).

Audit tersebut menyasar Kebun Benih Datar (KBD) penyedia jasa CV Lang Buana yang terletak di Wilayah Candi Sewu Kecamatan Nglegok dan Karangrejo Kecamatan Garum.

Kegitan ini untuk mendukung proses evaluasi secara menyeluruh guna memastikan pelaksanaan program berlangsung transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi petani tebu.

Tim audit Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahapan program, mulai dari distribusi benih, jumlah bantuan yang diterima petani, hingga penyaluran insentif Hari Orang Kerja (HOK). Audit juga melibatkan kelompok tani sebagai penerima manfaat program.

Menurut keterangan dari pihak penyedia jasa dari CV Lang Buana, Bayu menyebut, audit kementan tersebut menyasar KBD yang berada di wilayah Kecamatan Nglegok dan Garum.

“Kebetulan kita tadi menampingi pihak auditur Kementan untuk melihat KBD varietas BL di Candi Sewu dan Karangrejo yang bibitnya sudah kita distrisibusikan kepada kelompok tani,” jelasnya.

Dikatakannya, pada tahun 2025 kemarin dari program Bongkar Ratoon dari pemerintah, setiap petani menerima bantuan sebanyak 60 ribu mata tunas per hektare atau setara sekitar enam ton benih tebu.

Penyaluran bantuan benih dilakukan melalui kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan). Selanjutnya, kelompok tani mendistribusikan benih kepada masing-masing petani penerima manfaat.

“Audit dilakukan karena pemerintah tengah mengevaluasi realisasi program tahun 2025, sehingga prigram tersebut tepat sasaran. Hasil pemeriksaan menunjukkan bantuan benih yang disalurkan kepada petani telah sesuai dari sisi jumlah, kualitas, hingga jenis benih,” pungkasnya. (*)

Penulis: Sumartono