banner 400x130

Wapres Gibran Puji Kinerja Ekonomi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kinerja ekonomi Jatim. Apresiasi tersebut disampaikan saat pembukaan Permata CAI ke-47 di Wonosalam, Jombang, Senin (29/6).

JOMBANG – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap berada di atas rata-rata nasional serta mempertahankan posisi provinsi tersebut sebagai penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia.

Apresiasi itu disampaikan saat Wapres membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6).

Dalam sambutannya, Gibran menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Jatim ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Terima kasih dan selamat kepada Ibu Gubernur,” ujar Gibran.

Selain itu, ia juga mengapresiasi konsistensi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan, Jawa Timur memproduksi 6.027.320 ton beras dan diproyeksikan tetap menjadi provinsi dengan produksi beras tertinggi di Indonesia pada periode Januari–Juni 2026.

Di hadapan ribuan peserta perkemahan, Gibran juga mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2045. Menurutnya, anak muda harus meningkatkan kualitas diri melalui penguatan karakter, keimanan, wawasan, serta keterampilan berwirausaha agar mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Menanggapi apresiasi tersebut, Khofifah mengatakan capaian Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, petani, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan global. Struktur ekonomi Jawa Timur masih ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen.

Khofifah juga menjelaskan Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen dan terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen.

Di sektor pertanian, berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 2 Februari 2026, produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 12,55 juta ton gabah kering panen (GKP), setara 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6.027.320 ton.

Menurut Khofifah, capaian tersebut didukung berbagai program strategis, seperti mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul, serta perbaikan sistem irigasi melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah turut mengapresiasi penyelenggaraan Permata CAI ke-47 oleh DPW LDII Provinsi Jawa Timur. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tema “Merawat Alam, Menjaga Kehidupan.” (*)

Penulis: Gatot SugiantoEditor: Amin Istighfarin