SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) meluncurkan program beasiswa S1, S2, dan S3 tahun 2026 bagi 1.100 mahasiswa sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dan mencetak sumber daya manusia unggul.
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Jatim, LPPD, serta pimpinan PTN dan PTKI di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (10/6/2026). Program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Program ini sebelumnya sudah ada tapi sangat terbatas. Dan sejak tahun 2019, awal Khofifah memimpin Jawa Timur dikembangkan lebih luas hingga jenjang S2 dan S3. Jadi sudah naik keklas.
Bahkan kini Pemprov Jawa Timur menjalin kerjasama dengan Al Azhar Mesir. Hasilnya sudah banyak alumni yang saat ini memimpin PTKI di Jawa Timur.
Khofifah mengatakan, sebagai institusi Pemerintah, saat ini membutuhkan ulama-ulama yang pernah digodok oleh Al Azhar yang selalu menghadirkan moderasi toleransi. Ketika kami bertemu pimpinan Al Azhar, kami malah diberi banyak buku tentang moderasi toleransi untuk dipelajari.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah. Karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Jawa Timur. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak terbaik Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi,” ujar Khofifah.
Menurutnya, program beasiswa tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan persaingan global.
Ia menambahkan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program beasiswa ini, Pemprov Jatim berharap semakin banyak mahasiswa berprestasi yang dapat mengembangkan kapasitas akademik dan kepemimpinan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan Jawa Timur yang maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan. (*)







