Kediri  

Domino Naik Kelas! UIN Syekh Wasil Kediri Jadi Arena Turnamen Pelajar se-Kota Kediri

Ketua Umum Pengcab Orado Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi dan peserta menyaksikan pertandingan domino dalam Turnamen Olahraga Domino Antarpelajar se-Kota Kediri di UIN Syekh Wasil Kediri.
Suasana pertandingan Turnamen Olahraga Domino Antarpelajar se-Kota Kediri di Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri, Minggu (24/5/2026). Turnamen ini menjadi langkah awal pembinaan domino sebagai olahraga prestasi di Kota Kediri.(Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Permainan domino yang selama ini identik dengan stigma perjudian kini mulai bergeser menjadi olahraga prestasi di Kota Kediri. Hal itu terlihat dalam Turnamen Olahraga Domino Antarpelajar se-Kota Kediri yang digelar di Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Minggu (24/5/2026).

Sebanyak 11 SMA/SMK sederajat ambil bagian dalam turnamen perdana yang digelar oleh Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Kediri tersebut. Para peserta adu strategi, konsentrasi, dan kerja sama tim dalam pertandingan domino yang dikemas sebagai olahraga intelektual.

Ketua Umum Pengcab Orado Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, mengatakan turnamen itu menjadi langkah awal membangun pembinaan atlet domino di Kota Kediri secara berjenjang. Menurut dia, domino bukan sekadar permainan biasa, melainkan olahraga yang mengasah kemampuan berpikir dan strategi.

“Energi anak muda itu luar biasa. Kami ingin domino menjadi saluran baru bagi mereka untuk berprestasi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri.

Imam menegaskan Orado akan membangun sistem pembinaan mulai tingkat sekolah hingga kejuaraan tingkat nasional. Sosialisasi juga akan diperluas agar muncul bibit atlet potensial melalui proses latihan yang disiplin dan terarah.

Antusiasme pelajar dalam turnamen tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno. Ia menilai domino dapat menjadi sarana positif bagi pelajar untuk menyalurkan energi dan kemampuan berpikir di luar kegiatan belajar mengajar.

“Daripada waktu luang terbuang untuk hal tidak berguna, lebih baik diarahkan ke jalur prestasi,” ujar Adi.

Ia bahkan mewacanakan program Domino Masuk Sekolah (DMS) agar pembinaan atlet domino dapat dilakukan secara terukur di lingkungan pendidikan.

Dukungan juga datang dari Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag. Menurutnya, kampus siap memberikan ruang bagi atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui fasilitas keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kami sudah koordinasi dengan KONI agar atlet berprestasi bisa kuliah di sini. Ini bentuk dukungan nyata untuk masa depan mereka,” tegas Prof. Wahidul.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyambut kehadiran Orado sebagai tambahan kekuatan cabang olahraga di Kota Kediri. Saat ini KONI Kota Kediri membina 57 cabang olahraga dan domino diharapkan mampu menyumbang prestasi pada ajang tingkat provinsi.

“Ini adalah olahraga intelektual. Pelatih akan mendidik atlet hidup sehat, tidur teratur, dan disiplin tinggi. Saat disiplin atlet terbentuk, citra negatif itu akan hilang dengan sendirinya,” kata Koko.

Menurut dia, KONI saat ini menunggu legalitas formal pengurus cabang Orado untuk mendorong domino masuk kalender resmi Porprov Jatim 2027.

Kesuksesan turnamen perdana itu juga mendapat dukungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Raya melalui Seksi Wartawan Olahraga (SIWO). Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedhi, mengatakan insan pers ingin ikut berperan dalam memajukan olahraga daerah melalui pembinaan atlet muda.

“Kami ingin menjadi pionir. Goal utamanya jelas yakni mencetak atlet yang tidak hanya ahli di meja pertandingan, tetapi juga memiliki masa depan cerah lewat jalur pendidikan,” ungkap Bambang.

Turnamen tersebut menjadi penanda perubahan citra domino di Kota Kediri. Dari permainan yang identik dengan pos ronda, domino kini diarahkan menjadi olahraga prestasi yang menjunjung disiplin, strategi, dan masa depan pendidikan atlet muda.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan