Ekbis  

Airlangga dan Menlu Belarus Matangkan Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia

Menko Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov 

JAKARTA, WartaTransparansi.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mematangkan persiapan kunjungan Presiden Alexander Lukashenko ke Indonesia saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov di Minsk, Jumat (15/6).

Pertemuan tersebut menandai penguatan hubungan strategis kedua negara, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda konkret yang akan menjadi fokus pembicaraan dalam kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Indonesia. Salah satu pembahasan utama yakni penyusunan Roadmap Kerja Sama Indonesia–Belarus yang akan menjadi deliverables penting dalam kunjungan tersebut.

Dokumen itu disiapkan sebagai peta jalan kerja sama terukur di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, kemanusiaan, hingga sosial budaya.

Selain itu, kedua negara juga membahas rencana pembukaan penerbangan langsung Indonesia–Belarus serta penguatan kerja sama visa guna meningkatkan mobilitas wisatawan dan pelaku usaha.

Dalam rangka memperkuat hubungan bilateral, Indonesia dan Belarus turut membahas secara intensif rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk.

Pada sektor industri strategis, kedua negara mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, dan pasokan pupuk potash dari Belarus yang memiliki cadangan besar. Kerja sama tersebut dinilai sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat hilirisasi industri dan ketahanan pangan nasional.

Di bidang perdagangan, kedua pihak membahas perkembangan ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Menlu Belarus menyampaikan parlemen negaranya telah meratifikasi perjanjian tersebut dan kini tinggal menunggu penandatanganan Presiden Belarus.

Sementara itu, Menko Airlangga menyebut Indonesia menargetkan proses ratifikasi dapat diselesaikan pada semester kedua 2026.

Pertemuan bilateral juga membahas peluang pengiriman pelajar dan tenaga profesional Indonesia ke Belarus, termasuk di sektor kesehatan. Menko Airlangga mendorong agar program tersebut diperluas ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menjadi fokus pengembangan pemerintah Indonesia.**

(din/ais)