SURABAYA, Wartatransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Jawa Timur memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun konektivitas transportasi guna mendukung kedaulatan pangan berkelanjutan di Jawa Timur.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Organda Jatim periode 2026–2031 di JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5).
Menurut Khofifah, sektAjakanor transportasi memiliki peran strategis sebagai penghubung distribusi barang dan jasa yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Hal itu dinilai turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year-on-year, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2026.
“Angka ini tidak lepas dari peran strategis Organda Jawa Timur yang membangun konektivitas transportasi masyarakat, barang dan jasa,” kata Khofifah.
Ia berharap Musda kali ini dapat menghasilkan program dan proyek percontohan yang mempermudah distribusi hasil pertanian, peternakan, dan hortikultura dari produsen menuju pasar maupun konsumen.
Menurutnya, dukungan transportasi yang baik akan memperkuat upaya mewujudkan ketahanan hingga kedaulatan pangan nasional sebagaimana menjadi target Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau ini ditambah dengan support dari Organda yang akan melakukan proses penjangkauan, ini akan menjadi harapan baru yang luar biasa,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim terus mengembangkan konektivitas transportasi publik, termasuk rencana pembangunan transportasi berbasis kereta dengan groundbreaking yang ditargetkan dimulai Januari 2027 melalui dukungan investasi dari Inggris, Jerman, Jepang, dan penjajakan dari Tiongkok.
Di sektor pangan, Pemprov Jatim mendorong percepatan masa tanam melalui penggunaan alat dan mesin pertanian modern serta optimalisasi combine harvester guna menekan kehilangan hasil panen.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional membutuhkan sistem logistik pangan yang lebih baik dan efisien.
Ia menilai pengangkutan logistik pangan selama ini masih belum tertata optimal sehingga menyebabkan tingginya tingkat kerusakan produk. Karena itu, ia berharap Musda dapat melahirkan sistem transportasi pangan yang lebih layak dan efisien sehingga mampu mengurangi waste distribusi secara signifikan. (*)






