JEMBER, Wartatransparansi.com – Festival Ekgrang ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi sudah berkembang menjadi aktivitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat di Jember,” hal tersebut di kemukakan Wamen Komdigi Nezar Patria ,Sabtu (9/5/2026)di Kecamatan Ledokombo
Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang tetap relevan di tengah derasnya arus digitalisasi yang mempengaruhi kehidupan anak-anak saat ini.
“Anak-anak membutuhkan jeda dari dunia digital. Mereka sudah terbiasa bermain gim di ruang digital, sehingga permainan tradisional menjadi sarana penting untuk menyeimbangkan kecerdasan emosional mereka,” ungkap nya
Wanen menilai permainan egrang mengandung banyak nilai pendidikan karakter yang penting bagi generasi muda, seperti kerja sama, keseimbangan, ketekunan dan daya juang.
“Melalui permainan ini anak-anak belajar berkolaborasi, menjaga keseimbangan, dan belajar bangkit ketika jatuh. Ada semangat untuk terus berdiri dan melangkah. Nilai seperti ini sangat penting untuk membangun mental generasi muda agar tidak takut gagal dan terus bangkit menghadapi tantangan,” ungkapnya
Di tempat yang sama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengajak generasi muda menjaga jati diri bangsa
Dari pantauan media ini acara Festival yang digelar Komunitas Tanoker Ledokombo itu berkolaborasi dengan Bank Indonesia Cabang Jember.
Dalam sambutannya, Helmi sapaan akrab PJ Sekdakab Jember menyampaikan perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan arus informasi tanpa batas.
Menurutnya , kondisi tersebut harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya lokal.
“Namun di tengah kemajuan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh hilang yaitu jati diri bangsa,”ujarnya
Dirinya menyebutkan vahwa Festival Egrang bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Festival Egrang adalah wujud nyata bahwa tradisi tidak pernah kehilangan relevansinya. Egrang mengajarkan keseimbangan, melatih keberanian, membentuk ketekunan dan fokus, menanamkan sportivitas dan kerja sama,” jelasnya
Nilai-nilai budaya tersebut nantinya akan menjadi bekal dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul di tengah perkembangan zaman,imbuhnya
“Nilai-nilai inilah yang hari ini sangat dibutuhkan dalam membangun generasi Indonesia yang unggul,” ungjap nya
Helmi juga mengulas tema Festival Egrang ke-14 yakni “Permainan Tradisi (Tarian Egrang) di Era Digital”.
Dia menilai tradisi dan teknologi harus berjalan berdampingan.
“Oleh karena itu, sebuah pesan penting bagi kita semua, bahwa tradisi dan teknologi tidak perlu dibentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan,” terangnya .
PJ Sekdakab Jember berharap generasi muda di Jember mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa harus
meninggalkan budaya lokal.
“Saya ingin anak-anak muda Jember, menjadi generasi yang modern, cerdas, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar kuat pada budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Festival Egrang yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional menurut Helmi memiliki nilai edukasi yang kuat bagi anak-anak dan remaja.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Jember, Helmi memberi apresiasi kepada Komunitas Tanoker, seniman, budayawan, guru, relawan, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten menjaga kebudayaan lokal.
Kiranya apa yang di lakukan oleh Komintas Tanoker Ledok Ombo bisa rnsnjadi inspirasi bagi komunitas lainya untuk menjaga budaya yang ada di wilayah Jember. (Adv)






