KEDIRI WartaTransparansi.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito kembali turun langsung menyapa warganya melalui kegiatan blusukan, Selasa (5/5/2026).
ia mengunjungi Muhammad Alza Octaviana, 12, bocah berkebutuhan khusus di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, yang hidup dalam keterbatasan bersama kakeknya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri memotret kondisi riil masyarakat, khususnya kelompok rentan pada desil 1–4. Alza diketahui mengalami gangguan penglihatan sejak kecil dan saat ini duduk di bangku kelas 5 SD di SLB PGRI Puncu.
Sehari-hari, Alza diasuh sang kakek, Mari, 61, yang mengandalkan penghasilan dari berjualan sayuran. Ia juga menanggung anak gadisnya, Niha, 19, yang baru lulus SMK. Kondisi ekonomi keluarga ini tergolong terbatas, bahkan rumah yang mereka tempati masih jauh dari kata layak.
Saat meninjau langsung, Mas Dhito mendapati atap rumah banyak yang bocor sehingga air hujan kerap masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat penanganan.
“Tadi kami cek atapnya beberapa banyak yang bolong-bolong, jadi kalau hujan airnya masuk ke dalam rumah dan itu akan kita perbaiki,” kata Mas Dhito.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu pun disambut hangat oleh Alza. Bocah tersebut tampak akrab dan tak lepas dari Mas Dhito selama kunjungan berlangsung. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar Alza.
Tak hanya itu, bantuan juga menyasar kebutuhan keluarga. Mas Dhito menyebut akan memberikan modal usaha serta sepeda untuk membantu Kakek Mari berjualan sayuran agar lebih mudah menjangkau pembeli.
Sementara itu, Niha juga mendapat perhatian. Mas Dhito memastikan gadis tersebut akan segera bekerja di warung sate yang masih berada di wilayah Kecamatan Puncu. Dengan demikian, ia tetap bisa membantu keluarga tanpa harus pergi jauh.
“Alhamdulilah mulai besuk bisa mulai bekerja,” ungkap Mas Dhito.
Selain pekerjaan, Mas Dhito juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pendidikan Niha. Ia berkomitmen membantu menebus biaya pendidikan yang sempat menjadi kekhawatiran keluarga, terutama terkait potensi penahanan ijazah.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu layanan dasar yang harus dijamin pemerintah daerah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang mengalami persoalan serupa untuk segera melapor.
“Saya juga menghimbau bagi seluruh warga Kabupaten Kediri yang tidak mampu dan ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah tolong dilaporkan kepada Dinas Pendidikan,” pesannya.
Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito turut didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah. Blusukan ini menjadi bukti pendekatan langsung pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Adv/PKP/abi)






