UPT PTKK Jatim Borong Dua Penghargaan Nasional di Bidang Vokasi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (foto/dok)

Surabaya, Wartatransparansi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

UPT PTKK meraih dua penghargaan sekaligus, yakni sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Tahun 2025 bidang fotografi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia serta penghargaan TUK Terbaik dari Forum LSK dengan capaian persentase kelulusan tertinggi secara nasional.

Selain berfungsi sebagai pusat pelatihan, UPT PTKK juga menjadi TUK resmi yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Layanan ini mencakup siswa SMK, program SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), hingga masyarakat umum.

Pada bidang fotografi, capaian ini turut didukung tingginya partisipasi peserta sertifikasi yang mencapai sekitar 300 siswa. Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bukti konsistensi dan kualitas pembinaan pendidikan vokasi di Jawa Timur.

Menurutnya, prestasi ini mencerminkan keseriusan Pemprov Jatim dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), terutama di tengah dinamika global yang dipengaruhi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data.

“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” tegas Khofifah.

UPT PTKK dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga terampil yang kompeten dan siap kerja. Peran tersebut sejalan dengan misi Nawa Bhakti Satya, khususnya “Jatim Cerdas”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing SDM.

“UPT PTKK menjadi simpul strategis untuk memastikan lulusan vokasi Jawa Timur memiliki kompetensi yang terstandar, teruji, dan relevan dengan kebutuhan industri. Ini fondasi penting dalam mewujudkan Jatim Cerdas,” imbuhnya.

Selain pelatihan berbasis pusat, UPT PTKK juga menghadirkan inovasi melalui program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA. Program ini memungkinkan layanan pelatihan vokasi menjangkau siswa secara langsung di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan keterbatasan fasilitas praktik.

Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.

“Kita ingin memastikan pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa penguatan UPT PTKK tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) atau “Bengkel SDM”.

Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi kunci dalam memastikan standar kerja, budaya industri, dan kebutuhan kompetensi dapat ditransfer secara optimal kepada siswa.

“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK terbuka luas, baik bagi siswa maupun masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM secara inklusif. (*)

Penulis: Hidayati FirliEditor: Amin Istighfarin