KEDIRI WartaTransparansi.com – Penderita diabetes mellitus perlu memberi perhatian serius pada kesehatan kaki guna mencegah komplikasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah rutin melakukan senam kaki, yang dinilai efektif membantu menjaga sirkulasi darah dan fungsi otot.
Data menunjukkan jumlah penderita diabetes mellitus di Kota Kediri terus meningkat setiap tahun. Pada 2026, prevalensinya diperkirakan mencapai 4,25%. Kondisi ini menuntut pengelolaan penyakit yang tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga perawatan mandiri, termasuk melalui aktivitas fisik sederhana.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Hamida, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan kaki bagi penderita diabetes. Menurutnya, kaki merupakan bagian tubuh vital yang menopang aktivitas sehari-hari sekaligus rentan mengalami komplikasi.
“Kaki harus sehat karena menyangga beban tubuh. Pada diabetes mellitus ini banyak komplikasi yang terjadi pada kaki, seperti luka terbuka bahkan sampai mengharuskan diamputasi. Sehingga sebelum terjadi komplikasi pada kaki, kita lakukan perawatan yang baik dengan melakukan senam kaki secara rutin,” terangnya, Kamis 16 April 2026.
Ia menambahkan, senam kaki yang dilakukan dengan benar dapat memberikan sejumlah manfaat bagi penderita diabetes. Selain melancarkan peredaran darah, aktivitas ini juga membantu memperkuat otot dan saraf serta mengurangi keluhan pada sendi.
“Kegiatan ini bukan kali pertama, tahun lalu lebih ke arah untuk herbal, tahun ini kita arahkan terkait dengan aktivitas fisik,” ucapnya.
Dalam praktiknya, senam kaki terdiri dari sejumlah gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Narasumber kegiatan, dr Nita Damayanti, Sp.KFR., menjelaskan terdapat delapan gerakan utama yang bisa diterapkan oleh penderita diabetes.
“Indikator keberhasilan dari workshop ini para peserta sudah paham gerakannya, sehingga bisa diaplikasikan setiap hari di rumah untuk aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tandasnya.
Gerakan tersebut antara lain ankle pump, ankle circle, toe curl, heel raise, toe raise, knee extension, towel scrunch, dan marble pick. Seluruh gerakan dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, serta sensitivitas saraf pada kaki.
Selain latihan fisik, pemeriksaan kondisi kaki juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes. Fisioterapis dari Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Dinda, menjelaskan metode pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui fungsi sensorik pasien.
“Kami tadi melakukan pemeriksaan monofilamen yakni dengan menggunakan alat seperti senar yang ditekan ke beberapa titik di telapak kaki dan juga punggung kaki pasien. Fungsinya untuk mengetahui sensorik pasien,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat bagi penderita diabetes, terutama dalam mengontrol kadar gula darah dan tetap aktif bergerak.
“Apabila saat digerakkan terasa nyeri sebaiknya tetap diupayakan bergerak, salah satunya dengan senam seperti yang sudah dicontohkan oleh dokter Nita tadi,” tutupnya.
Dengan pengelolaan yang tepat, termasuk perawatan kaki dan aktivitas fisik rutin, penderita diabetes diharapkan dapat menekan risiko komplikasi dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.(*)












