Kebaikan itu Modal Utama ; Langkah Sunyi Menuju Puncak

Surabaya, Wartatransparansi.com – “Kebaikan itu modal utama,” kata Akhmad Munir, saat bedah buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak”, Kamis (17/4/2026) di Dyandra Convention Centre Surabaya.

Buku tulisan Abdul Hakim dengan menuangkan kisah dan cerita Akhmad Munir, ternyata pernyataan dan cerita Akhmad Munir di atas panggung bedah buku, jauh lebih hidup dan meghidupkan suasana karena sesuai dengan isi buku “Semua sukses saya, sejak tiba-tiba pada tahun 1988 bisa menulis dan diterima juga diterbitan di koran berpengaruh, Radar Jember (Jawa Pos Grup), karena doa ibu,” tandas Munir.

Dengan moderator Lutfhil Hakim, Abdul Hakim, Imawan Mashuri, dan Suko Widodo membedah buku, dengan mengisahkan soal wartawan sebagai pilar demokrasi.

“Semangat Mas Munir yang temen (sungguh-sungguh) itu jalan menuju kesuksesan. Penderitaan Mas Munir luar biasa,” kata Suko.

Suko juga cerita kekurangan ketika masih jadi mahasiswa, dengan segala kekurangan, hingga kadang makan harus ngebon. “Saya belajar banyak dari Mas Munir, kepada wartawan muda melukislah dengan sungguh-sungguh,” kata Suko.

Langkah Sunyi Menuju Puncak, diubah menjadi puisi Imawan dengan judul Langkah Sunyi Cak Munir.

*Munir Menangis*

Momen bedah buku paling mengesankan ketika Akhmad Munir menangis hingga Cak Item menyodorkan air minum dan tisu.

Cak Munir menangis ketika mengulang kalimat ibunya, “Nir kalau mau lanjut sekolah dan cari uang sendiri…,” katanya.

Sejak itu, maka kehidupan dari musik band Rock and Roll dengan pulang pagi, tiba-tiba menjadi penulis dadakan. “Munir memang dari perjalanan mulai nol sampai sekarang tetap menjunjung tinggi ibu, dan yakin atas doa ibu,” kata Ferry Is Mirza.

Arief Sosiawan (Wawan) menceritakan perjalanan ketika bersama-sama meliput di lapangan.

Zulmansyah Sekedang, Sekjen PWI Pusat, buku ini belum lengkap karena beberapa cerita mendukung Cak Munir menjadi Ketua Umum PWI, karena salah satu pendukungnya adalah Cak Item.

“Kita sangat senang Cak Munir jadi lebih baik, dan sekali lagi untuk penulis Cak Hakim kurang satu bab buku ini,” kata Zulmansyah.

Cak Item mengisahkan tentang proses Cak Munir menuju Ketua Umum, sama dengan Zulmansyah ketika ditanya bahwa Cak Munir orang baik. (*)

Penulis: Djoko Tetuko