Program BISA Bareng TikTok Latih 1.400 Peserta, Dorong Peluang Kerja Digital

Jakarta, Wartatransparansi.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama TikTok resmi meluncurkan program pelatihan “BISA Bareng TikTok” untuk mendorong peningkatan keterampilan digital dan membuka peluang kerja baru di sektor ekonomi digital. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan berbasis konten dan perdagangan digital.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, perkembangan ekonomi digital tidak hanya menghadirkan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Ruang digital kini telah berkembang menjadi ekosistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh penghasilan secara fleksibel melalui berbagai peran, seperti kreator konten, affiliate marketer, reseller, hingga live streamer.

“Ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, di mana konsumen menemukan produk lewat konten yang informatif dan menghibur,” ujar Yassierli saat membuka acara di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Namun demikian, ia menilai masih terdapat tantangan besar, khususnya terkait keterampilan digital. Banyak masyarakat yang belum menguasai strategi konten, teknik pemasaran digital, maupun analisis pasar. Oleh karena itu, pelatihan praktis dinilai penting agar peluang ini dapat dimanfaatkan secara merata.

Sebagai tahap awal, program ini diikuti 1.400 peserta yang terdiri dari 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk instruktur pelatihan, tim humas pemerintah, pelaku UMKM, hingga pencari kerja.

Pelatihan mencakup dua materi utama, yakni TikTok Live Streaming Host dan Content Commerce Talent Development. Selain itu, sejumlah instruktur juga mengikuti program training of trainers (ToT) untuk memperluas jangkauan pelatihan ke berbagai daerah.

Yassierli menargetkan program ini mampu melahirkan hingga 100.000 alumni dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, pendekatan pelatihan berbasis praktik langsung atau learning by doing menjadi kunci agar peserta mampu mengaplikasikan keterampilan secara nyata.

Sementara itu, perwakilan TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyatakan komitmen platformnya dalam mendukung pengembangan kapasitas digital masyarakat. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dan aplikatif.

“Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional serta membuka kesempatan yang lebih inklusif bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui sinergi ini, pemerintah berharap ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital. (*)