KEDIRI, WartaTransparansi.com – Kota Kediri kehilangan salah satu penjaga warisan budaya. Pengrajin tenun ikat Bandar Kidul, Siti Rukhoyah Munawar, wafat pada Jumat (10/4).
Kepergian sosok di balik usaha tenun “Medali Mas” itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pelestarian budaya lokal.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin hadir langsung melayat ke rumah duka, Minggu (12/04/2026). Dalam suasana haru, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Kediri, saya turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya.
Mbak Wali mengenang Siti Rukhoyah sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga dan merawat warisan budaya, khususnya tenun ikat khas Kediri. Baginya, karya-karya almarhumah bukan sekadar produk kerajinan, tetapi juga representasi identitas lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“Kami sangat kehilangan sosok yang telah berkontribusi dalam melestarikan kerajinan tenun di Kota Kediri. Semangat dan dedikasinya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ungkapnya.
Selama ini, Siti Rukhoyah dikenal konsisten mengembangkan tenun ikat melalui sentra kerajinan di Bandar Kidul. Usaha yang dirintisnya turut mendorong tumbuhnya kampung wisata Tenun Ikat, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi warga sekitar.
Pemerintah Kota Kediri, lanjut Mbak Wali, juga terus memberikan dukungan terhadap pengrajin lokal, termasuk almarhumah, dalam mengembangkan potensi tenun ikat agar tetap lestari dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota di tengah suasana duka. Dukungan pemerintah selama ini dinilai turut membantu perkembangan usaha tenun yang dirintis almarhumah.
Takziah tersebut juga dihadiri Ketua Dekranasda Faiqoh A.M. Qowimuddin, Pj Sekda Endang Kartika Sari, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Adi Sutrisno, Camat Mojoroto Abdul Rahman, serta Lurah Bandar Kidul Hero.
Kepergian Siti Rukhoyah menjadi kehilangan besar bagi Kota Kediri. Namun, jejak dedikasi yang ditenunnya selama ini diyakini akan terus hidup, mengalir dalam setiap helai kain yang menjadi kebanggaan kota.(*)












