Kediri  

KONI Kota Kediri Sambut KSMI, Pembinaan Atlet Minisoccer Diharapkan Lebih Terarah

KEDIRI WartaTransparansi.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menyambut bergabungnya Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Kediri sebagai induk cabang olahraga minisoccer. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuka peluang meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, mengatakan pihaknya menyambut hangat kehadiran cabang olahraga baru yang berhimpun di bawah KONI. Menurutnya, semakin banyak cabang olahraga yang bergabung akan memperluas potensi pembinaan atlet di Kota Kediri.

“Kami menyambut hangat dan mendukung dengan semakin banyaknya cabor yang berhimpun di KONI Kota Kediri. Dengan begitu akan semakin banyak juga atlet, serta peluang lebih besar untuk mendapatkan medali pada pagelaran Porprov mendatang,” ujar Eko, Selasa 10 Maret 2026.

Sementara itu, Ketua Umum KSMI Kota Kediri Rudi Santoso menjelaskan agenda kedatangan pengurus KSMI ke KONI Kota Kediri adalah untuk mendaftarkan organisasi sekaligus mengenalkan struktur kepengurusan cabang olahraga minisoccer di Kota Kediri.

“Agenda hari ini kita mendaftarkan diri serta mengenalkan struktural Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Kediri atau yang lebih dikenal dengan induk cabang olahraga minisoccer. Tujuannya agar arah dari pembinaan atlet serta potensi pegiat bola di Kota Kediri bisa terarah, terukur, dan terstruktur,” kata Rudi.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan KSMI di tingkat kota menjadi langkah awal untuk membangun sistem pembinaan yang lebih profesional bagi para atlet minisoccer.

Sekretaris KSMI Kota Kediri Wahyu Danang S menambahkan, setelah organisasi terbentuk dan mendapatkan pengesahan dari pengurus provinsi maupun KONI, tantangan berikutnya adalah menata sistem internal organisasi serta membangun kompetisi yang berkelanjutan.

“Dengan telah terbentuknya dan sudah disahkan di pengurus provinsi maupun KONI, maka tugas besar kita ke depan adalah bagaimana kita bisa membina dan menata sistem internal organisasi serta membuat turnamen yang kompetitif,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan kompetisi menjadi penting agar para pelaku olahraga minisoccer tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki target dan tujuan dari latihan yang dijalani.

Selain itu, pihaknya juga memiliki tantangan untuk memperkenalkan cabang olahraga minisoccer secara lebih luas kepada masyarakat. Wahyu menyebut animo masyarakat terhadap olahraga ini sebenarnya sudah cukup besar.

“Tantangan besar kita adalah menumbuhkan pemahaman masyarakat agar lebih mengenal cabor ini secara detail. Mengingat animo yang sudah sangat luar biasa di luar sana dari para pelaku olahraga minisoccer di berbagai venue yang sudah ada di Kota Kediri,” ungkapnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan