KEDIRI WartaTransparansi.com – Pemerintah Kota Kediri melakukan langkah nyata dalam memodernisasi transportasi tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi menyalurkan 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak dalam agenda bertajuk “Becak On The Road” yang berlangsung di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (25/02/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari visi besar untuk menghadirkan transportasi yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan di Kota Tahu. Menariknya, bantuan kendaraan ini bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan murni dari dana pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat kecil.
Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan. Legiran (62), salah satu penerima manfaat, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Sambil menyeka air mata yang jatuh di pipinya, pria yang telah puluhan tahun mengandalkan tenaga otot untuk mengais rezeki ini mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang ia terima.
“Alhamdulillah saya senang sekali menjadi salah satu penerima becak listrik dari bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Semoga dengan adanya becak listrik ini bisa menambah pendapatan dan meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Legiran sembari meneteskan air matanya.
Ia menceritakan tantangan berat yang dihadapi para tukang becak manual di tengah gempuran transportasi modern. Sejak pergantian milenium, penghasilannya terus merosot tajam karena kalah bersaing secara kecepatan dan kenyamanan.
“Dengan transportasi modern ini, pendapatan becak saya sepi dan itu sudah terjadi sejak tahun 2000. Dapat satu dua orang itu sudah bagus, dan semoga melalui penerimaan becak listrik ini dapat menambah penghasilan saya,” kata Legiran.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi. Selain memudahkan beban fisik para pengemudi, becak listrik ini menjadi duta transportasi hijau di jalanan kota.
“Program becak listrik ini, ini adalah upaya Bapak Presiden untuk mendorong pemanfaatan transportasi yang ramah lingkungan. Saya titip pesan kepada Bapak-Ibu sekalian untuk memanfaatkan serta merawat pica ini dengan sebaik-baiknya, dan tidak boleh dijual,” ujar Vinanda.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud kasih sayang pemimpin kepada rakyatnya. Dengan beralih ke tenaga listrik, para pengayuh becak diharapkan dapat bekerja dengan lebih efektif tanpa harus terkuras staminanya.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Presiden kepada para pengayuh becak. Harapannya, dengan becak listrik ini, para penerima manfaat bisa mencari nafkah dengan lebih mudah, tidak perlu mengayuh lagi, sehingga lebih produktif dan kesejahteraannya meningkat,” tutur Vinanda.
Acara penyerahan ini dikemas meriah dengan melibatkan kegiatan budaya, hiburan, hingga pengundian hadiah umrah bagi masyarakat prasejahtera yang didanai secara pribadi oleh Wali Kota. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, mengingat momentum ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Ke depan, becak-becak listrik ini akan diintegrasikan ke dalam program Kediri City Tourism. Keberadaan mereka diproyeksikan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkeliling menikmati sudut-sudut estetis Kota Kediri dengan cara yang nyaman dan bebas polusi.
Untuk menjamin keberlanjutan program, Vinanda menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama terkait pengisian daya.
“Kami berharap dukungan dari PLN UP3 Kediri dalam penyediaan fasilitas pengisian daya agar operasional becak listrik dapat berjalan lancar,” kata Vinanda.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan. Ia menegaskan kembali pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada para penerima manfaat agar menjaga amanah yang diberikan.
“Becak listrik ini didanai dari uang Bapak Prabowo sendiri, dan bukan pakai uang APBN. Ini bukti kecintaan Bapak Presiden terhadap Bapak pengayuh becak manual, dan beliau meminta kepada semua pengemudi becak listrik untuk merawat kendaraannya dengan baik, jangan dijual, atau digadaikan,” pungkasnya.(*)











