Perbaikan Capai 30 Persen, Jembatan Brawijaya Kediri Ditutup Bertahap untuk Pemasangan Regel Baru

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Perbaikan Jembatan Brawijaya yang kini mencapai 30 persen membuat Pemerintah Kota Kediri menutup jembatan tersebut secara bertahap mulai 1 Desember 2025. Penutupan dilakukan untuk pemasangan regel baru di sisi timur dan barat guna menjamin keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan struktur berlangsung.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menyampaikan penutupan sementara ini menjadi bagian penting dari tahapan pergantian struktur jembatan. Pekerjaan mencakup pelepasan regel lama, pemasangan regel baru, hingga penataan ACP dan komponen struktural lain. Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari, menegaskan risiko keselamatan menjadi pertimbangan utama.

“Untuk menjamin keamanan para pengguna jalan, jembatan harus ditutup total selama pekerjaan berlangsung,” ujarnya, Senin 1 Desember 2025.

Endang menerangkan pemasangan struktur jembatan menggunakan baja WF, alat berat, serta pekerjaan pengelasan dan pemasangan baut. Dengan kondisi tersebut, potensi jatuhnya material ke jalur lalu lintas sangat mungkin terjadi bila jembatan tetap dibuka. Karena itu, penutupan menyeluruh dipilih sebagai langkah paling aman.

Selama penutupan berlangsung, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif dan menggunakan dua jembatan utama yang masih berfungsi, yaitu Jembatan Bandar Ngalim dan Jembatan Semampir. Pemkot Kediri berharap pengalihan arus ini dapat meminimalkan kemacetan, terutama pada jam-jam padat.

Usai pemasangan regel baru, skema penutupan akan berubah menjadi penutupan sebagian atau setengah badan jembatan. Dalam skema itu, jika sisi selatan ditutup maka sisi utara tetap dibuka untuk dua lajur kendaraan dari arah barat dan timur, dan sebaliknya. Tahap penutupan sebagian ini diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu.

Progres perbaikan Jembatan Brawijaya saat ini mencapai 30 persen. Endang menyampaikan target penyelesaian perbaikan ditetapkan pada pertengahan Desember 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan untuk memastikan jembatan kembali berfungsi secara optimal. “Saya mengharap pengertian dari masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses perbaikan Jembatan Brawijaya. Langkah ini dilakukan demi memastikan jembatan dapat kembali berfungsi dengan aman dan optimal bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya.

Perbaikan Jembatan Brawijaya merupakan proyek strategis mengingat jembatan tersebut menjadi salah satu jalur vital penghubung pusat kota dengan kawasan perdagangan di sisi barat. Pemerintah berharap rangkaian pekerjaan struktural yang sedang berlangsung dapat menguatkan kembali konstruksi jembatan dan memperpanjang usia layanannya.(*)