SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim M. Ghofirin membagikan 1.000 kacamata gratis kepada guru PAUD, TK/RA, dan TPQ di Islamic Center Surabaya, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Mengusung tema “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat”, program tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan kesehatan mata para pendidik. Berdasarkan data penyelenggara, penerima bantuan terdiri atas 449 guru TK, 101 guru RA, 173 guru PAUD, dan 277 guru TPQ. Total nilai bantuan kacamata mencapai Rp400 juta.
Khofifah mengapresiasi kolaborasi BAZNAS Jatim bersama berbagai pihak dalam menghadirkan program yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan manusia secara menyeluruh, mulai dari dukungan kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan.
“Menurut saya sangat komprehensif, pendekatannya ini betul-betul human development index approach, ada kesehatan, beasiswa pendidikan serta pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Selain kacamata gratis, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan tunai kepada 438 mustahik senilai Rp262 juta, bantuan bedah rumah bagi 15 mustahik senilai Rp300 juta, serta beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim juga menyiapkan 81 unit rombong UMKM senilai total Rp283 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 10 penerima.
Khofifah berharap bantuan peralatan dan modal usaha dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima. Ia juga mengajak perangkat daerah (PD) dan badan layanan umum daerah (BLUD) mengidentifikasi warga yang membutuhkan dukungan, termasuk petugas loket dan tenaga kebersihan.
“Kami berharap kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan bisa dikomunikasikan dengan BAZNAS Jatim, baik untuk rumah layak huni, pendidikan maupun penguatan usaha ultra mikro,” tuturnya.
Khusus bantuan kacamata, setiap penerima terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata agar ukuran lensa sesuai kebutuhan. Kacamata yang telah selesai diproses dapat diserahkan saat kegiatan, sedangkan penerima yang baru menjalani pemeriksaan diperkirakan menunggu sekitar dua minggu.
Program ini bekerja sama dengan RS Mata Masyarakat Jawa Timur dan RSUD Dr. Soetomo. Khofifah menegaskan, perhatian terhadap kesehatan guru merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim M. Ghofirin mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap guru yang berperan besar dalam mendidik generasi penerus bangsa. Proses pemeriksaan dan pemilihan bingkai dilakukan agar kacamata sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah meluncurkan aplikasi HaloBAZNAS Jatim untuk mempermudah layanan zakat, infak, dan sedekah melalui ekosistem digital. Ia berharap aplikasi tersebut memperluas akses masyarakat dalam menunaikan kewajiban sekaligus menyalurkan bantuan kepada mustahik.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan. (*)







