banner 400x130

Di Raudhah, Khofifah Ajak Umat Teladani Keilmuan Sayyidah Aisyah

MADINAH — Ada rasa syukur dan haru yang dirasakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendapat kesempatan beribadah di Raudhah Asy-Syarifah, Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (23/9).

Di tempat yang dikenal sebagai salah satu kawasan istimewa di Masjid Nabawi itu, Khofifah tidak hanya memanfaatkan waktu untuk beribadah. Ia juga mengenang sosok Sayyidah Aisyah RA, salah satu perempuan yang memiliki peran besar dalam menjaga dan menyampaikan ilmu keislaman.

“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan cukup waktu di Raudhah. Raudhah adalah tempat mustajab dan paling diminati oleh seluruh jamaah haji, jamaah umrah dan jamaah Masjid Nabawi,” ujar Khofifah.

Perhatiannya kemudian tertuju pada salah satu pilar bersejarah di kawasan tersebut, yakni Tiang Aisyah atau Ustuwanah Aisyah. Tiang itu menjadi pengingat bagi Khofifah terhadap sosok Sayyidah Aisyah RA yang tidak hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sosok perempuan berilmu dan salah satu sumber pengetahuan bagi umat Islam.

“Di tempat mulia ini kita diingatkan kembali bagaimana Rasulullah begitu memuliakan dan mencintai Sayyidah Aisyah RA. Beliau adalah sosok perempuan yang luar biasa penguasaan keilmuannya, yang kemudian menjadi salah satu sumber ilmu bagi umat Islam,” tuturnya.

Kenangan lain turut hadir dalam perjalanan Khofifah. Ia mengingat pengalaman sekitar dua tahun lalu ketika seorang syarifah menunjukkan Tiang Aisyah kepadanya. Saat itu, syarifah tersebut bahkan memberikan tempat salatnya kepada Khofifah dan mengajaknya berdoa untuk kedua orang tua agar mendapat kesempatan masuk surga tanpa hisab.

Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam. Bagi Khofifah, kisah sederhana itu menjadi pengingat bahwa berada di tempat suci bukan sekadar tentang kesempatan beribadah, tetapi juga tentang menghadirkan doa, keteladanan, dan rasa kasih kepada keluarga.

Ia pun mengajak umat Islam meneladani semangat keilmuan Sayyidah Aisyah RA. Menurutnya, keteladanan tersebut tetap relevan untuk kehidupan umat Islam hingga sekarang.

“Di sini kita juga belajar kembali meneladani Sayyidah Aisyah RA sebagai uswatun hasanah. Sungguh begitu tingginya Rasulullah memuliakan Sayyidah Aisyah RA,” ungkapnya.

Khofifah juga mengingatkan jamaah yang mendapat kesempatan berada di Raudhah agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, seperti melaksanakan salat sunnah, berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an jika memungkinkan.

Sebab, kesempatan berada di Raudhah biasanya terbatas. Karena itu, selain memperbanyak ibadah, Khofifah berharap setiap jamaah dapat membawa pulang nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dan Sayyidah Aisyah RA dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang, penghormatan dan kelembutan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Amin Istighfarin