banner 400x130
Hukrim  

Ratusan Warga Lurug Polsek Beji, Pasca Tewasnya Widi Nurcahyo

Pasuruan, WartaTransparansi.com – Pasca penangkapan terduga pelaku judionline (Widi Nurcahyo-43Th)yang berakhir dengan tewasnya pelaku ditangan petugas. Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji melurug Mapolsek Beji pada, Selasa siang (4/8/2026),setelah proses pemakaman korban.

Ratusan warga dan keluarga korban datang meminta pertanggungjawaban polisi atas kematian Widi Nurcahyo yang diduga dianiaya oleh anggota Polsek Beji kala proses penangkapan. Rombongan ini meminta kejelasan atas
meninggalnya Widi Nur Cahyono (43) warga Desa Gununggansir, Kecamatan Beji.Dimana kala itu Widi diamankan anggota Polsek setelah diduga kuat terlibat dalam kasus pidana perjudian online sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kami mencari keadilan korban, karena teman kami ditangkap polisi sampai kehilangan nyawa,”kata Aris Hariyanto salah satu rekan korban

Warga Gununggangsir itu meminta polisi yang diduga terlibat menganiaya temannya sampai meninggal dunia itu harus dihukum.Kami meminta prosesnya harus terbuka dan transparan serta kami minta semuanya diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkap dia. Kalau terbukti, oknum polisi yang diduga menganiaya itu dipecat. Ia bersama warga meminta kasusnya diusut tuntas,”ucapnya.

Sementara itu Lukman salah satu adik korban, mengatakan. Kami atas nama keluarga almarhum meminta agar kasus ini diproses oleh pihak Propam Polres Pasuruan secara transparan.Kami juga segera memberikan laporan kejadian ini ke Propam Polda Jatim, dimana pada proses penangkapan kakak kami (Widi Nurcahyo) sangat janggal dan serampangan.

Diceritakan olehnya, dalam hal ini, kami keluarga tidak mendapatkan surat penangkapan atau surat penggeledahan. Pada saat penangkapan terlihat 4 sampai 5 petugas datang langsung masuk kedalam rumah, setelah itu menangkap Widi Nurcahyo secara brutal dan memukulinya. Kami keluarga hanya bisa melihat dan tidak bisa melakukan apa-apa, saat kakak kami tersungkur sambil berteriak meminta ampun dan menjerit dadanya sakit serta tak bisa bernafas. Setelah itu petugas mengangkatnya ke mobil dengan tangan terborgol. Tak selang beberapa lama lagi, petugas datang lagi meminta identitas kakaknya dan mengatakan bahwa Widi Nurcahyo di Puskesmas Beji.

Mendapati kabar tersebut, kami langsung ke Puskesmas Beji dan mendapati kabar dari team media, bahwa kakaknya telah tewas. Kami memeriksa tubuhnya, ada bekas darah di telinganya dan benjolan besar di bawah telinga kirinya,”ujarnya menceritakan.

Lebih lanjut, atas hal ini kami meminta agar kasus ini diproses dengan benar. Jika nantinya penjelasan dari pihak Propam Polres Pasuruan maupun Polda Jatim tidak memberikan keadilan bagi kami, maka kami akan membawanya ke Propam Mabes Polri,”pungkas saat bersama warga melurug ke Mapolsek Beji.

Ditempat yang sama, Kapolsek Beji Kompol Sukiyanto ditengah kerumu an warga menjelaskan, bahwa perkara ini telah masuk penyidikan pihak Propam dan saat ini pihak Propam masih melakukan permintaan keterangan petugas yang melakukan penangkapan almarhum. Pihaknya juga menyampaikan, bahwa semua proses akan dilakukan secara transparan. Kami atas nama Polsek Beji dan Polres Pasuruan mohon maaf dan ikut berbela sungkawa sedalamnya,”katanya.

Pun juga yang disampaikan oleh Iptu Kunaefi Kasi Propam Polres Pasuruan, semua proses akan dilakukan secara transparan.Jika nantinya ditemukan ada kesalahan prosedur yang dilakukan anggota unit reskrim Polsek Beji, maka akan dikenakan tindakan tegas sesuai perundangan yang berlaku,”timpal perwira polisi dengan dua balik dipundaknya ini.(hen)

Penulis: Henry Sulfianto