banner 400x130

BPBD Mojokerto Mulai Droping Air Bersih Pekan Depan, Sasar 2.776 KK Terdampak Kekeringan

Warga terdampak menerima droping Air bersih, tahun lalu. (foto/don)

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto akan mulai menyalurkan bantuan air bersih pada pekan depan untuk mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau. Bantuan tersebut akan difokuskan ke tiga desa yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan penyaluran bantuan segera direalisasikan setelah proses penyusunan Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan hampir rampung.

“SK saat ini masih berproses di Bagian Hukum dan sudah diajukan kepada Sekretaris Daerah. Begitu SK selesai, bantuan air bersih akan langsung disalurkan. Insya Allah mulai Senin pekan depan,” ujar Khakim, Rabu (9/7).

Menurutnya, penetapan SK tersebut menjadi dasar hukum bagi BPBD untuk merealisasikan dropping air bersih kepada masyarakat terdampak.

Berdasarkan surat permohonan yang diterima BPBD, terdapat tiga desa yang mengajukan bantuan, yakni Desa Duyung di Kecamatan Trawas, serta Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro.

Total warga yang terdampak kekeringan di tiga desa tersebut mencapai sekitar 2.776 kepala keluarga (KK).

Khakim menjelaskan, pada tahap awal, pasokan air bersih akan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui bantuan reguler. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah menyiapkan sekitar 300 tangki air berkapasitas masing-masing 4.500 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Langkah antisipasi ini dilakukan karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah diprediksi meningkat. (*)

Penulis: Gatot Sugianto