BLITAR, WartaTransparansi.com – Peringatan Hari Kartini 2026 Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Blitar justru menghadirkan panggung nyata bagi perempuan muda untuk unjuk kemampuan melalui turnamen futsal putri se-Blitar Raya pada 20–21 April 2026.
Sebagai motor penggerak, Arina Andriani Beky Herdihansah memilih menerjemahkan semangat Kartini dalam bentuk aksi konkret: membuka ruang kompetisi yang sehat sekaligus membangun mental bertanding para atlet putri sejak dini.
“Perempuan hari ini tidak hanya bicara kesetaraan, tapi bagaimana menunjukkan kualitas dan keberanian di berbagai bidang, termasuk olahraga,” ungkapnya.
Turnamen ini diikuti 20 tim, terdiri dari 12 tim tingkat SMP dan 8 tim tingkat SMA. Antusiasme peserta menjadi sinyal kuat bahwa potensi atlet futsal putri di Blitar terus berkembang. Lapangan futsal pun berubah menjadi ruang pembuktian—tempat para siswi mengasah kemampuan, memperkuat kerja tim, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Arina menegaskan, Perwosi tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mendorong perubahan pola pikir bahwa perempuan juga memiliki peluang besar untuk berprestasi di olahraga kompetitif.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, SE, MM, menyebut turnamen ini memiliki nilai strategis. Selain kompetisi, ajang ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Jawa Timur yang akan digelar di Ngawi pada Oktober mendatang.
“Dari sini kami bisa melihat potensi atlet yang layak dibina lebih lanjut,” ujarnya.
Dominasi peserta dari Kabupaten Blitar yang mencapai sekitar 80 persen menunjukkan bahwa pembinaan atlet putri di daerah mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini sekaligus menjadi modal penting dalam mencetak atlet berprestasi di masa depan.
Dalam hasil akhir, SMPN 1 Wlingi berhasil keluar sebagai juara tingkat SMP, disusul SMPN 2 Wlingi, sementara posisi ketiga bersama diraih SMPN 3 Nglegok dan SMPN 2 Ponggok. Di tingkat SMA, SMKN 2 Blitar meraih juara pertama, diikuti SMK Indonesia, serta SMKN 1 Blitar dan SMAN 4 Blitar di posisi ketiga bersama.
Bagi Arina, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Ia berharap turnamen ini menjadi titik awal pembinaan berkelanjutan bagi atlet putri di Blitar.
“Semangat Kartini adalah membuka jalan dan memberi kesempatan. Kami ingin dari sini lahir atlet-atlet perempuan yang siap bersaing di level lebih tinggi,” tutupnya. (*)












