SURABAYA, WartaTransparansi.com – Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, menggelar bakti sodial (baksos) bertajuk “Nakes Menyapa Warga”. Baksos ini bagian dari rangkaian kegiatan Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi, Selasa (21/4/2026).
Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani turun langsung mengunjungi warga yang mengalami kendala akses ke rumah sakit. Dua warga yang dikunjungi adalah seorang bapak penderita stroke dan seorang ibu yang tengah berjuang melawan kanker.
Dia menekankan bahwa kehadiran nakes dan PKK bukan sekadar memberikan pengobatan medis, melainkan suntikan moral menguatkan masyarakat yang sedang berjuang melawan penyakitnya.
“Mereka bukan hanya butuh pengobatan, tetapi juga semangat untuk hidup sehat dan sembuh. Tadi saya juga ketemu penyintas kanker yang sudah sembuh total untuk memberi motivasi. Kuncinya adalah kontrol rutin, menjaga imun dengan tetap bahagia, dan tawakal kepada Allah,” ujar Rini.
Dia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap solidaritas warga di “Kampung Pancasila” Gubeng. Menurutnya, gotong royong antara warga, kader KSH, PKK, hingga pengurus RW dalam membantu warga yang sakit adalah bentuk semangat gotong royong Kota Surabaya.
Di momentum Hari Kartini ini, Rini juga memberikan pesan khusus bagi kaum perempuan di Surabaya, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
“Perempuan adalah tonggak keluarga yang diciptakan dengan naluri kasih sayang luar biasa. Untuk ibu-ibu yang sedang sakit, tetap semangat. Allah tidak menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Pasti ada jalan keluar dan kesembuhan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa program “Nakes Menyapa Warga” ini bertujuan menyisir warga yang memiliki kendala khusus, seperti warga sebatangkara atau mereka yang tidak memiliki pengantar untuk ke puskesmas atau rumah sakit.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, jangan sampai ada warga yang tidak terpantau kesehatannya hanya karena tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan. Jika sebatangkara, kita jemput untuk dirawat di Griya Werdha,” jelas dr. Billy.
Billy menjelaskan bahwa pemantauan nakes menyapa warga di Surabaya dilakukan melalui aplikasi digital, Medical Record Vision (MRV). Berdasarkan data per 21 April 2026, terdapat 124 kunjungan yang dilakukan para nakes ke rumah warga.
“Layanan yang diberikan di rumah warga meliputi pemeriksaan hemoglobin (HB) untuk deteksi anemia, pengukuran antropometri anak, hingga cek kolesterol dan asam urat,” ungkapnya.
Billy menambahkan bahwa screening TBC dengan rontgen paru juga terus digencarkan di lima Puskesmas terpilih hingga September mendatang.
Melalui sinergi antara nakes, PKK, dan teknologi digital ini, pihaknya optimistis kualitas kesehatan warga dapat terjaga hingga ke tingkat rumah tangga. (*)












