Pelantikan PGSI Jatim, M Nabil Berharap Gulat Juara Umum PON

Keterangan Foto Sekjen PP PGSI Gusti Randa saat menyerahkan pataka ke Ketua PGSI Jatim Ficky Erastho di acara pelantikan pengurus di Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Surabaya, Wartatransparansi.com – Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur periode 2025-2029 yang dipimpin Ficky Erastho secara resmi dilantik oleh Sekretaris Jendral Pengurus Pusat PGSI, Gusti Randa di Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Prosesi pelantikan itu dihadiri oleh Ketua KONI Jatim, M Nabil, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim M. Hadi Wawan Guntoro dan perwakilan Pengcab PGSI kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Jatim, M Nabil mengatakan, gulat merupakan salah satu andalan Jatim di ajang PON, selain itu beberapa pelatih maupun atlet selalu masuk Pelatnas untuk membela Indonesia di ajang internasional. “Program Jatim adalah mempersiapkan atlet mencetak prestasi dunia dan terus memberikan kontribusi bagi Indonesia, ” kata M Nabil.

Pretasi pegulat Jatim selama ini cukup bagus, seperti berhasil meraih juara umum di PON XX Papua setelah meraih 7 emas, 7 perak dan dua perunggu. Kemudian saat di PON XXI Aceh-Medan menempati peringkat kedua dengan meraih 5 emas, 4 perak, 5 perunggu. Juara umum di raih Kaltim 5 emas, 4 perak dan 6 perunggu.

Kemudian di ajang PON Beladiri Kudus 2025 juara umum dengan merebut 6 emas, 3 perak dan 1 perunggu. “Salah satu kunci sukses prestasi gulat Jatim karena pengurus memiliki tradisi guyub dan solid. Dengan kepengurusan yang baru ini saya berharap gulat Jatim bisa meraih juara umum di PON NTB-NTT XXII 2028,” kata M Nabil.

Agar juara umum gulat PON bisa kembali direbut atlet Jatim, M Nabil berharap Pengprov PGS Jatim harus memperbanyak kejuaraan agar pembinaan di daerah bisa berjalan dengan baik. “Idealnya dalam satu tahun harus ada empat sampai lima kejuaraan di Jatim, ” katanya.

Sekjen PP PGSI, Gusti Randa mengatakan, pola pembinaan yang dilakukan oleh PGSI Jatim cukup bagus dan itu sudah dibuktikan dengan pretasi yang diraih para atlet.

Ia juga memuji kepenguruaan PGSI Jatim karena ada bidang Komisi Disiplin. “Di PGSI Jatim ada bidang Komisi Disiplin sedangkan di pengurus pusat tidak ada, ” katanya.

Gusti Randa juga mengatakan kalau saat ini gulat butuh regenerasi atlet. Ia melihat juara SEA Games, PON masih didominasi atlet lama. “Jadi saya mendukung penuh jika Jatim memperbanyak kejuaraan, ” katanya.

Kadispora Jatim M Hadi Wawan Guntoro mengatakan akan terus bersinergi dengan pengurus olahraga atau Pengprov untuk melakukan pembinaan dan pengembangan cabang olahraga. “Tahun ini akan digelar Popda dan ini bagian dari program pembinaan atlet muda, ” katanya.

Sementara itu, Ketua PGSI Jatim, Ficky Erastho mengakui saat ini persaingan di gulat sangat ketat. Agar Jatim tetap bisa bersaing dengan provinsi lain maka para pengurus PGSI Jatim harus solid untuk menjalankan roda organisasi, terutama pada pembinaan atlet. “Persaingan di gulat sangat ketat, margin peraih emas dan yang gagal meraih medali sangat tipis. Agar atlet Jatim tetap berprestasi maka pengurus harus solid, ” katanya.

Ia juga melihat potensi pegulat muda Jatim juga sangat bagus. “Selama ini kita tidak kekurangan potensi, banyak atlet muda yang mulai bisa bersaing dengan atlet puslatda, ” katanya. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas