KEDIRI WartaTransparansi.com – Menjelang fajar kemenangan, riuh rendah syukur menggema di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah kembali membasuh dahaga ekonomi warga sekitar dengan menyalurkan sedikitnya 750 paket sembako tepat di hari ke-26 Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini bukan sekadar rutinitas filantropi, melainkan pengejawantahan harmoni antara santri dan masyarakat urban di jantung Kota Tahu.
Di tengah hiruk-pikuk penyaluran bantuan yang tertib, nampak sosok Hartojo. Pria senja yang tinggal di kawasan Mburgan, tepat di dekat lingkungan pondok, ini mengaku sudah menjadi “langganan” penerima berkah setiap Ramadan. Kedekatan rumahnya dengan pondok membawa keberuntungan tersendiri baginya.
“Sudah sering, Pak. Ya lupa berapa kalinya, pokoknya setiap tahun dapat karena rumah saya dekat sini, depan pondok,” ujar Hartojo saat ditemui usai kegiatan, Senin 16 Maret 2026.
Bagi Hartojo, paket bahan pangan itu adalah penyambung nafas dapur menjelang Lebaran. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih tegar mengayuh becak menyusuri sudut-sudut Kota Kediri demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doanya di penghujung bulan suci.
“Ya buat masak, dimakan sendiri. Alhamdulillah dapat segini, mudah-mudahan cukup sampai kemenangan besok hari raya Idulfitri,” imbuhnya.
Kisah serupa mengalir dari Sujoko, 71. Warga Banjaran ini mengaku sudah berkali-kali merasakan manfaat dari bakti sosial yang digelar pondok. Kali ini, ia membawa pulang paket yang menurutnya cukup mewah untuk ukuran warga kecil.
”Saya sudah lima kali menerima bantuan di sini. Isinya sangat lengkap, ada beras, minyak, hingga kue. Tentu ini sangat meringankan beban dapur kami menjelang lebaran,” ungkap Sujoko.
Kegembiraan juga terpancar dari wajah Tri Wulandari, 55. Sebagai warga asli Banjaran, ia merasakan betul bagaimana pondok pesantren menaruh perhatian pada tetangga-tetangganya. “Senang sekali, setiap tahun di bulan Ramadan selalu ada perhatian dari Pondok Wali Barokah. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya singkat.
Penyaluran bantuan ini dikomandoi langsung oleh para santri dan pengurus pondok. Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menegaskan bahwa agenda ini adalah bentuk syukur atas keberkahan Ramadan yang telah memasuki fase akhir. Baginya, hubungan harmonis dengan warga adalah pondasi utama kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami. Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin berbagi dan peduli kepada masyarakat di sekitar pondok,” tuturnya.
Lebih lanjut, KH. Sunarto menekankan bahwa kerukunan yang tercipta selama ini menjadi kunci kelancaran aktivitas di dalam pondok. Dukungan masyarakat adalah energi bagi para santri.
“Terima kasih atas hubungan baik yang terjalin selama ini. Berkat kerukunan ini, proses belajar di pondok berjalan tertib, aman, lancar, dan barokah,” terangnya.
Meski ratusan paket telah terbagi, pihak pondok masih menyimpan asa untuk berbuat lebih banyak. KH Sunarto mengakui bahwa belum semua warga kategori kurang mampu di Kelurahan Banjaran terlayani sepenuhnya tahun ini.
”Harapan kami di masa depan jumlah penerima bisa lebih banyak lagi. Saat ini untuk kelurahan Banjaran saja belum semua kategori kurang mampu terlayani sepenuhnya, namun kami terus berupaya maksimal,” pungkasnya.(*)





