Oleh Djoko Tetuko
(Komisaris Utama Media Koran Transparansi)
Salah satu kelebihan dan keajaiban Al Qur’an ialah sejak diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW (Shollahu Alaihi Wassalam) hingga saat ini tidak berubah, walaupun dari Jibril sudah (ajaib) selalu ditempatkan dalam qolbu hati Rasul akhir jaman (karena tidak bisa membaca dan menulis).
Baru pada masa Khalifah Usman bin Affan, ditulis dan disepakati para sahabat sebagai konsensus seperti Al Qur’an saat ini 30 juz dengan susunan surat dari Al Baqarah hingga An Nash.
Keajaiban Al Qur’an sudah bukan rahasia umum, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun secara khusus melakukan kegiatan spiritual. Dari menyembuhkan berbagai penyakit yang nampak maupun gaib, mencukupkan rejeki yang banyak, bersih dan barokah, mengangkat derajat keilmuan serta derajat lain semata- mata karena pertolongan dengan keajaiban dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).
Sebagaimana diketahui Mukjizat Alquran adalah bukti kebenaran wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, bersifat abadi, dan melampaui kemampuan manusia.
Keutamaannya meliputi terjaga kemurniannya, sastra yang tak tertandingi, isyarat ilmiah modern, nubuat masa depan yang akurat, serta kemudahan untuk dihafal dan menyembuhkan hati.
Masa Khalifah Abu Bakar (11-12 H): Pengumpulan pertama kali dilakukan karena kekhawatiran hilangnya Al-Qur’an setelah Perang Yamamah. Mushaf hasil pengumpulan ini disimpan oleh Abu Bakar, kemudian Umar bin Khattab, dan selanjutnya Hafsah binti Umar.
Masa Khalifah Utsman bin Affan (sekitar 25 H/644-656 M): Karena perbedaan dialek bacaan, Utsman memerintahkan kodifikasi standar (Mushaf Utsmani) yang disalin dari mushaf Hafsah, dipimpin kembali oleh Zaid bin Tsabit. Salinan ini disebarkan ke berbagai wilayah untuk diseragamkan.
Di Indonesia disepakati sebagai konsensus secara nasional oleh para ulama bahwa pada setiap tanggal 17 Ramadhan (6 Maret 2026), diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an (turunnya Al Qur’an), tentu saja hal itu sebagai tetenger awal Al Qur’an diturunkan berdasarkan Surat Al Baqarah (ayat 185)
Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran.
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Tafsir Wajiz dan Tafsirr Tahlili menjelaskan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya untuk pertama kali diturunkan Al-Qur’an pada lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang salah.
Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada, yakni hidup, di bulan itu dalam keadaan sudah akil balig, maka berpuasalah. Dan barang siapa yang sakit di antara kamu atau dalam perjalanan lalu memilih untuk tidak berpuasa, maka ia wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dengan membolehkan berbuka, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dengan tetap mewajibkan puasa dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dengan berpuasa satu bulan penuh dan mengakhiri puasa dengan bertakbir mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur atasnya.
Pada Surat Al Baqarah (ayat 1-5) ditegaskan
*alif lâm mîm*
Alif Lām Mīm.
*dzâlikal-kitâbu lâ raiba fîh, hudal lil-muttaqîn*
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,
alladzîna yu’minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn
(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
walladzîna yu’minûna bimâ unzila ilaika wa mâ unzila ming qablik, wa bil-âkhirati hum yûqinûn
dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
ulâ’ika ‘alâ hudam mir rabbihim wa ulâ’ika humul-mufliḫûn
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Setiap muslim dan muslimah setelah selesai membaca Al Qur’an, hingga khatam, sudah menjadi keharusan untuk menyempurnakan dengan membaca doa. Apalagi Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam adalah petunjuk bagi seluruh alam. Karena itu para ulama menganjurkan untuk mengkhatamkan Al-Quran dua kali dalam setahun.
Hal ini sebagaimana perkataan Imam Abu Hanifah: “Barang siapa yang membaca al-Qur’an setiap tahun khatam dua kali, maka sungguh ia sudah menunaikan haknya al-Qur’an.”
Beberapa keutamaan dan keistimewaan berdoa saat khatam Al-quran sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. “Apabila dikhatamkan Al-Qur’an, maka turunlah rahmat Allah.” (HR at-Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah dari Mujahid).
Dalam hadits riwayat ad-Darimy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa telah membaca Al-Qur’an (khatam) kemudian dia berdoa, maka ada 4 ribu malaikat yang mengaminkan doanya.” (HR ad-Darimy).
Dalam hadits riwayat ad-Dailamy, disebutkan keistimewaan berdoa saat khatam Al-Quran:
*”Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Qur’an, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur’an tersebut.*” (HR ad-Dailamy).
Salah satu doa Khatam Al Qur’an agak pendek, ialah; *Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.*
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”
Selain itu, ada berbagai doa khatam Quran yang juga sering dibaca. Salah satunya sebagaimana yang disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, sebagai berikut.
“Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketaqwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.
Ya Allah, mudahkanlah kami ke jalan kemudahan dan jauhkanlah kami dari kesukaran, lindungilah kami dari keburukan diri kami dan amal-amal kami yang buruk, lindungilah kami dari siksa neraka dan siksa kubur, fitnah semasa hidup dan sesudah mati serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal
*۞ Ya Allah, kami mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan*
*۞ Ya Allah, Kami titipkan pada-Mu agama, jiwaraga dan penghabisan amal-amal kami, keluarga dan orang-orang yang kami cintai, kaum muslimin lainnya dan segala urusan akhirat dan dunia yang Engkau anugerahkan kepada kami dan mereka*
*۞ Ya Allah, kami mohon kepadaMu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kumpulkanlah antara kami dan orang-orang yang kami cintai di negeri kemuliaanMu dengan anugerah dan rahmatMu
Ya Allah, perbaikilah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan kemaslahatan mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalanMu dan mengamalkan tugas-tugas agamaMu yang lurus
Ya Allah, berlembutlah kepada hambaMu, penguasa kami dan jadikanlah dia memperhatikan maslahat-maslahat dunia dan akhirat. Jadikanlah dia mencintai rakyatnya dan jadikanlah dia dicintai rakyat
Ya Allah, rahmatilah diri dan negerinya, jagalah para pengikut dan tentaranya, tolonglah dia untuk menghadapi musuh-musuh agama dan para penantang lainnya. Jadikanlah dia bertindak menghilangkan berbagai kemungkaran dan menunjukkan kebaikan-kebaikan serta berbagai bentuk kebajikan. Jadikanlah Islam semakin tersebar dengan sebabnya, muliakanlah dia dan rakyatnya dengan kemuliaan yang cemerlang
Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan murahkanlah harga-harga mereka, amankanlah mereka di negeri-negeri mereka, lunasilah hutang-hutang mereka, sembuhkanlah orang-orang yang sakit diantara mereka, bebaskanlah mereka yang ditawan, sembuhkanlah penyakit hati mereka, hilangkanlah kemarahan hati mereka dan persatukanlah diantara mereka. Jadikanlah iman dan hikmah dalam hati mereka, tetapkanlah mereka di atas agama RasulMu SAW. Ilhamilah mereka agar memenuhi janjiMu yang Engkau berikan kepada mereka, tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Tuhan Yang Maha Besar dan jadikanlah kami dari golongan mereka
Ya Allah, jadikanlah mereka menyuruh berbuat kebaikan dan mengamalkannya, mencegah dari kemungkaran dan menjauhinya, memelihara batas-batasMu, melakukan ketaatan kepadaMu, saling berbuat baik dan menasehati
Ya Allah, jagalah dalam pendapat dan perbuatan mereka, berkatilah mereka dalam semua keadaan mereka
Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarga Penghulu Kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah Penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”* (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, Dar el-Minhaj, halaman 184-186).
Sudah banyak cerita keajaiban Al Qur’an, dalam berbagai warna warni kehidupan. Mari memperingati Nuzulul Qur’an dengan membaca Al Qur’an hingga khatam, tetapi jika tidak mampu, mari meluangkan waktu bersama-sama membaca seperti tradisi di beberapa masjid dan mushola. Atau jika mempunyai rejeki cukup memanggil ahli pembaca Al Qur’an mengkhatamkan Al-Qur’an di rumah dengan sungguh-sungguh ikut mendengarkan hingga pembacaan doa.
Jumlah ayat dalam Al-Qur’an secara umum yang diakui dan digunakan dalam Mushaf Standar Indonesia adalah 6.236 ayat, terdiri dari 114 surah. Perbedaan hitungan (seperti 6.214, 6.219, 6.225, atau 6.236) muncul karena perbedaan riwayat ulama dalam penentuan titik henti ayat (fashilah), bukan pada isi Al-Qur’an itu sendiri.
Banyak cara membaca Al-Qur’an dengan sendiri, dengan bersama sama, dengan meminta bantuan teman atau ahlinya membacakan hingga khatam beserta doa. Moment Nuzulul Qur’an, dan momen bulan suci Ramadhan adalah kesempatan meraih keajaiban berlipat ganda.
Mengapa? Amal ibadah termasuk membaca Al Qur’an di bulan suci Ramadhan akan dilipatgandakan hingga 700 kali. Tidak ada moment agung seperti hari hari ini, apalagi memasuki hari ke 16 Ramadhan (nanti malam sudah Nuzulul Qur’an) Ramadh, rasanya tinggal menghitung jari saja kita sudah kehilangan moment memperoleh keajaiban berlipat ganda di bulan suci Ramadhan ini. (*)