Kediri  

Sinergi Ulama-Umaro, Ponpes Wali Barokah Kediri Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

KEDIRI WartaTransparansi.com – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, saat ratusan anak yatim dan warga dhuafa berkumpul dalam agenda rutin bulan suci Ramadan. Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi potret nyata kolaborasi antara tokoh agama dan pemerintah daerah dalam menjaga jaring pengaman sosial di Kota Tahu.

Dalam kegiatan tersebut, Ponpes Wali Barokah menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim serta membagikan 750 paket sembako bagi warga dhuafa di sekitar lingkungan pesantren. Acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kota Kediri, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali.

Ketua Ponpes Wali Barokah, Sunarto, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk komitmen pesantren dalam menebar manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama saat momentum Ramadan. Ia menegaskan bahwa gerakan sosial ini tidak berjalan sendirian, melainkan didorong oleh gotong royong berbagai elemen.

“Hari ini diselenggarakan Buka Bersama serta pemberian santunan kepada 100 anak yatim dan 750 paket sembako untuk dhuafa. Harapannya bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.

KH. Sunarto menambahkan, terlaksananya kegiatan ini merupakan buah manis dari dukungan kolektif, mulai dari donatur perorangan, sektor dunia usaha, hingga komunitas-komunitas yang memiliki visi serupa.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Intinya kami peduli dan ingin bermanfaat,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar bagi-bagi sembako, KH. Sunarto memandang pertemuan ini sebagai sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat tali silaturahmi antar-elemen di Kota Kediri. Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Pemerintah Kota Kediri di bawah kepemimpinan duet Vinanda Prameswati dan Gus Qowim.

“Sebagai bagian dari masyarakat Kota Kediri kami ucapkan terima kasih dan sukses bagi Pemerintah Kota Kediri. Dimana di satu tahun kepemimpinan Mbak Wali dan Gus Qowim telah banyak meraih prestasi di berbagai bidang,” ujarnya.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut hangat inisiatif Ponpes Wali Barokah. Baginya, kehadiran berbagai unsur masyarakat di satu ruangan menunjukkan bahwa Kota Kediri memiliki modal sosial yang kuat untuk terus maju.

“Melihat komposisi kehadiran sore hari ini, saya merasa optimis. Karena di ruangan ini, hadir seluruh unsur penting Kota Kediri,” ujar Mbak Wali.

Ia memaparkan pandangannya mengenai ekosistem kemasyarakatan yang ideal. Menurut Vinanda, setiap elemen memiliki porsi krusial: ulama sebagai penjaga moral, aparat menjaga stabilitas, lembaga keuangan mengawal ekonomi, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sementara masyarakat adalah ruh dari semua itu.

Terkait kondisi ekonomi makro di bulan Ramadan, Mbak Wali menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus bekerja linear dengan instruksi pusat dan provinsi. Fokus utamanya adalah menjaga daya beli dan stabilitas harga bahan pokok.

“Pemkot memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, UMKM tetap bergerak serta daya beli masyarakat selama Ramadan tetap terjaga,” ungkapnya tegas.

Menutup arahannya, Vinanda menekankan bahwa kebijakan teknis pemerintah tidak akan pernah mencapai hasil maksimal jika tidak dibarengi dengan restu dan dukungan dari para ulama serta kerukunan masyarakat.

“Kota ini akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan