KEDIRI WartaTransparansi.com – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 35 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri meluncurkan program pemasangan paving biopori di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip zero waste sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Kediri dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Ketua KKN 35 UNP Kelurahan Ketami, Rangga Ezi Putra Dwi Prayoga, mengatakan program tersebut difokuskan di wilayah RW 01 dengan target pemasangan belasan titik lubang resapan di setiap rukun tetangga.
“Untuk program sosialisasi mungkin pemasangan setiap RT itu di satu RT kita fokuskan 16 paving biopori,” ujar Rangga saat diwawancarai, Selasa malam 10 Februari 2026.
Rangga menjelaskan pemilihan program paving biopori didasarkan pada hasil pengamatan lapangan terhadap kondisi geografis Kelurahan Ketami yang kerap mengalami genangan air setiap kali hujan turun. Selain itu, konsep biopori dinilai sejalan dengan semangat zero waste karena mendorong pemilahan dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga secara berkelanjutan.
“Karena kalau saya lihat dari Kelurahan Ketami itu setiap habis hujan ada genangan. Mungkin itu juga bisa mencegah, terus dari ibu-ibu rumah tangga juga itu sampah organik anorganik juga bisa difokuskan untuk kompos untuk kita terapkan untuk kompos gitu,” jelas mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) tersebut.
Ia berharap program paving biopori tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, melainkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat dengan pendampingan dari pihak terkait, termasuk Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R.
“Harapan saya semoga warga Kelurahan Ketami bisa memanfaatkan paving biopori itu semaksimal mungkin sebagus mungkin dan kompos yang sudah ditanam di paving itu bisa digunakan untuk pembibitan sayuran,” tambahnya.
Selain program lingkungan berbasis zero waste, kelompok KKN UNP Kediri di Kelurahan Ketami juga menjalankan dua program unggulan lain yang mendukung penguatan ekonomi sirkular dan tata kelola sampah modern. Program tersebut meliputi branding produk susu sapi peras mulai dari desain kemasan hingga stiker, serta pengembangan laman web pembukuan digital untuk TPS 3R.
Rangga menyebutkan, sistem pembukuan digital tersebut menjadi terobosan baru di wilayah Kediri. “Karena untuk sistem itu kita mungkin ya setahu saya itu pertama kali di Kediri yang mempunyai web di TPS,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Ketami menyambut positif program paving biopori yang digagas mahasiswa KKN UNP Kediri. Salah satu tokoh warga RT 02/RW 01 Kelurahan Ketami, Doni Robianto (53), menilai inovasi tersebut sesuai dengan kondisi geografis wilayah setempat.
“Kami sangat mendukung. Inovasi ini tidak sekadar untuk resapan air agar tidak terjadi genangan, tapi ternyata bisa juga digunakan untuk pembuatan pupuk organik,” ujarnya.
Doni menambahkan, manfaat biopori sebagai media pengolahan pupuk organik sangat membantu warga yang sebagian besar masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Dengan banyaknya tanaman produktif seperti durian dan alpukat, keberadaan biopori diharapkan dapat mempermudah proses pemupukan dan meningkatkan hasil panen.
“Ini sangat tepat karena di sini banyak tanaman tegalan. Dengan adanya biopori, proses pemupukan bisa lebih mudah, praktis, dan harapannya mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan,” katanya.
Program pemasangan paving biopori ini direncanakan dilakukan secara bertahap dengan target 16 titik di setiap RT, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci keberlanjutan program zero waste yang selaras dengan visi Kota Kediri sebagai kota yang peduli lingkungan dan berkelanjutan. (*)











