Kediri  

Bandara Dhoho sebagai Motor Logistik dan UMKM Kota Kediri

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri dinilai menjadi titik balik bagi percepatan logistik dan penguatan UMKM Kota Kediri. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bandara membuka peluang distribusi cepat bagi produk khas daerah seperti tahu takwa yang membutuhkan pengiriman segera agar kualitas tetap terjaga.

Hal itu, diungkapkan oleh Wali Kota Kediri dalam diskusi panel Market and Connectivity Opportunity di Bandara Dhoho, acara yang membahas peluang konektivitas dan penguatan pasar tersebut dihadiri Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono, Chairman Barindo Farshal Hambali, CEO PT Angkasa Pura Indonesia Region 4 Rahadian D. Yogisworo, serta sejumlah tamu undangan. Diskusi panel ini juga menghadirkan narasumber dari Tim Bina Umrah dan Haji Khusus Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Jawa Timur serta DPW ALFI Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menekankan pentingnya sinergi lintas daerah untuk mengoptimalkan potensi bandara baru tersebut.

“Kami selalu berkomunikasi dengan Bupati Kediri dan Bupati Trenggalek. Masing-masing daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Trenggalek, misalnya, punya potensi pantai yang mereka promosikan agar wisatawan memanfaatkan transportasi udara,” jelasnya.

Ia menambahkan Kota Kediri juga memiliki daya tarik yang terus dikembangkan. “Kota Kediri memang tidak punya pantai, tetapi kami punya Gunung Klotok dan Sungai Brantas yang sangat potensial. Itu yang terus kami promosikan dan optimalkan,” tambah Mbak Wali.

Menurutnya, Bandara Dhoho merupakan pintu utama pergerakan orang dan barang di kawasan selingkar Wilis. Karena itu, kolaborasi antar daerah dinilai menjadi kunci memaksimalkan manfaat bandara bagi pertumbuhan ekonomi regional. “Kami para kepala daerah juga rutin berdiskusi dan berkoordinasi. Selain itu, kami selalu meminta arahan dari Gubernur agar langkah yang kami ambil selaras,” ujarnya.

Mbak Wali menilai keberadaan bandara memberi peluang nyata untuk meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. Ia mencontohkan komoditas kuliner khas, tahu takwa, yang memiliki masa simpan pendek.

“Sering kali ada warga dari luar daerah ingin membawa tahu takwa, tetapi masa simpannya hanya satu hari jika tidak disimpan dalam pendingin. Dengan adanya bandara, pengiriman bisa lebih cepat sehingga produk tetap terjaga kualitasnya,” jelasnya.

Selain mempercepat logistik, bandara juga diyakini membuka pintu investasi lebih besar bagi Kota Kediri. “Bandara memudahkan akses, dan itu sangat penting bagi investor. Ini momentum bagi kami untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang investasi lebih luas,” tegasnya.

Mbak Wali menegaskan komitmen Pemkot Kediri dalam memperkuat ekosistem pendukung Bandara Dhoho serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. “Hadirnya Bandara Internasional Dhoho Kediri adalah momentum besar untuk mengubah wajah ekonomi Kediri Raya. Infrastruktur yang kami bangun bukan hanya untuk pergerakan orang, tetapi juga untuk mendorong arus barang, ide, dan investasi,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan