banner 400x130

Pemprov Jatim Kucurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Probolinggo

PROBOLINGGO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan bantuan senilai Rp19,63 miliar untuk Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Penyaluran bantuan tersebut dirangkai dengan kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial (Baksos) di Islamic Center Kraksaan, Minggu lalu, sekaligus menghadirkan berbagai layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo Muhammad Haris dan Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani hadir dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 16 item bantuan disalurkan dengan sasaran penyandang disabilitas, lansia, keluarga rentan, perempuan, nelayan, pelaku usaha, hingga pilar sosial.

Total bantuan sebesar Rp19.631.296.500 tersebut bersumber dari APBD Murni 2026 sebesar Rp17.302.396.500 dan PAPBD 2026 sebesar Rp2.328.900.000. Penyalurannya melibatkan sejumlah perangkat daerah, BUMD Jawa Timur, serta BAZNAS Jawa Timur.

Khofifah berharap bantuan yang diberikan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan dan kebersamaan di Jawa Timur.

Dinas Sosial Jatim menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan dalam penyaluran bantuan dan pelayanan perlindungan sosial. Salah satunya melalui stan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang memberikan pendampingan pembaruan data bantuan sosial.

Masyarakat dapat berkonsultasi mengenai pendaftaran ulang bantuan maupun menyampaikan sanggahan apabila penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai belum sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Dinsos Jatim juga melakukan pemeriksaan kelayakan calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Program bantuan lainnya meliputi PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan kemiskinan ekstrem, berbagai program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Jawara, serta Bantuan Tunai Fakir. Bantuan operasional dan tali asih juga diberikan kepada pilar sosial, termasuk pendamping PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Selain bantuan sosial, kegiatan tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, akad nikah massal, layanan psikososial ibu dan anak, santunan anak yatim, serta pembagian paket gizi pencegahan stunting.

Berbagai layanan publik turut disediakan, mulai dari administrasi kependudukan, Identitas Kependudukan Digital (IKD), perpustakaan keliling, hingga Dapur Airku.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam memperluas akses pelayanan sosial, meningkatkan ketepatan sasaran bantuan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. (*)

Penulis: Amin Istighfarin