SURABAYA – Kolaborasi antara aparat penegak hukum, kalangan advokat, pengusaha, dan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui forum formal. Semangat tersebut tercermin dalam gelaran Justice Collaboration Fun Run 5K di Surabaya yang berhasil menarik 2.300 peserta dari berbagai daerah, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan DPC PERADI SAI Surabaya bersama Polrestabes Surabaya ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan kampanye hidup sehat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan lintas profesi untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta memperluas jaringan kolaborasi antarelemen masyarakat.
Ribuan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi. Kehadiran peserta dari Surabaya maupun luar daerah menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan yang memadukan olahraga, kebersamaan, dan kepedulian sosial tersebut.
Digelar menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Justice Collaboration Fun Run 5K juga membawa pesan tentang pentingnya semangat persatuan dan gotong royong. Nilai perjuangan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kontribusi nyata dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana dari DPC PERADI SAI Surabaya, Baso Juherman, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai elemen dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Menurutnya, interaksi di luar lingkungan kerja formal dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Dengan demikian, hubungan antara aparat penegak hukum, advokat, pengusaha, dan masyarakat tidak hanya terbangun melalui kepentingan kelembagaan, tetapi juga melalui kedekatan personal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan dan memperkuat komunikasi lintas lembaga. Olahraga menjadi salah satu media yang efektif untuk mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana positif,” jelas pria berdarah Makassar ini.
Baso juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa fakultas hukum dalam kegiatan semacam ini. Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai hukum melalui pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan para praktisi dan pejabat dari berbagai institusi.
Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi sarana memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia profesi hukum, praktik penegakan hukum, hingga dinamika hubungan antarlembaga.
Selain mahasiswa, DPC PERADI SAI Surabaya juga membuka ruang partisipasi bagi organisasi dan lembaga bantuan hukum. Keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap akses keadilan dan bantuan hukum bagi masyarakat.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada DPC PERADI SAI Surabaya atas terselenggaranya Justice Collaboration Fun Run 5K.
Ia menilai kegiatan olahraga bersama tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat.
Dalam sambutannya, Luthfie mengajak seluruh peserta menikmati suasana Kota Surabaya sembari mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjaga kebersamaan.
“Kami dari Polrestabes Surabaya mengapresiasi PERADI SAI Surabaya atas terselenggaranya kegiatan ini. Selamat menikmati keindahan Kota Surabaya dengan udara yang begitu segar. Semoga melalui kegiatan lari hari ini, kesehatan dan semangat kita semakin meningkat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari pengusaha nasional Hary Tanoko. Ia menilai Justice Collaboration Fun Run 5K merupakan contoh kolaborasi positif yang mempertemukan aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu kegiatan.
Menurut Hary, hubungan yang harmonis antarelemen tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi.
Ia mengibaratkan perjalanan membangun bisnis seperti mengikuti lari maraton. Keduanya membutuhkan ketahanan, konsistensi, serta kemampuan menjaga ritme untuk mencapai tujuan jangka panjang.
“Kalau kami sebagai pengusaha, ibaratnya seperti orang lari maraton. Dibutuhkan pertahanan dan konsistensi. Kita tidak bisa berjalan sendirian,” kata Hary Tanoko.
Ia menegaskan, keberhasilan usaha tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan kemampuan individu. Dukungan, komunikasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara dunia usaha dan institusi penegak hukum menjadi salah satu elemen penting. Kepastian hukum dan lingkungan yang kondusif akan mendukung tumbuhnya kepercayaan serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Kehadiran 2.300 peserta dalam Justice Collaboration Fun Run 5K menjadi gambaran bahwa kegiatan kolaboratif dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan berbagai latar belakang dan kepentingan.
Melalui kegiatan ini, DPC PERADI SAI Surabaya bersama Polrestabes Surabaya berharap semangat kebersamaan tidak berhenti setelah garis finis dilewati. Hubungan dan komunikasi yang terbangun diharapkan berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Momentum menjelang Hari Pahlawan pun menjadi pengingat bahwa perjuangan masa kini dapat diwujudkan melalui kepedulian, konsistensi, dan kolaborasi. Sebab, membangun masyarakat yang aman, berkeadilan, dan sejahtera membutuhkan keterlibatan semua pihak. (*)







