JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Tim Psychosocial Support (PSS) memberikan pendampingan psikososial kepada siswa dan guru SDK Gawalea, Kelurahan Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung pada 2 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian layanan PSS PMI bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di lokasi lain pada 7 Oktober 2026.
Pendampingan berlangsung pukul 09.30–11.00 WITA dan diikuti 93 penerima manfaat, terdiri atas 86 siswa dan tujuh guru.
Tim PSS PMI mengemas kegiatan dengan pendekatan ramah anak. Para siswa diajak bernyanyi bersama sebelum kemudian dibagi berdasarkan kelompok kelas untuk mengikuti aktivitas sesuai usia.
Siswa kelas 1–3 mengikuti kegiatan mewarnai, sedangkan siswa kelas 4–6 melakukan aktivitas menggambar. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk bermain, berekspresi, sekaligus menyampaikan pengalaman dan perasaan setelah gempa.
Elvana Kusdijanto, anggota Tim PSS PMI Pusat dari PMI Kabupaten Jember, mengatakan kegiatan berlangsung dengan suasana menyenangkan sehingga para siswa antusias mengikuti setiap sesi.
Dari hasil interaksi, sejumlah siswa diketahui masih merasa takut terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Tiga siswa kelas bawah juga diketahui mengalami kerusakan rumah akibat gempa.
Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan semangat untuk datang ke sekolah dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Selain pendampingan psikososial, PMI memberikan edukasi perlindungan anak atau safeguarding kepada siswa kelas 1–3 melalui lagu “Sentuhan Boleh dan Sentuhan Tidak Boleh”. Edukasi tersebut diberikan secara sederhana untuk mengenalkan batasan tubuh dan kemampuan melindungi diri.
Pendampingan juga diberikan kepada para guru. Dalam sesi berbagi, beberapa guru mengaku masih merasa waspada dan takut ketika mendengar suara keras.
Suara kendaraan atau truk, misalnya, terkadang mengingatkan mereka pada suara yang muncul saat gempa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak psikologis bencana juga dirasakan oleh orang dewasa di lingkungan sekolah.
Pihak SDK Gawalea menyambut baik kehadiran Tim PSS PMI. Layanan dukungan psikososial tersebut menjadi pendampingan pertama yang diterima sekolah.
Pendampingan melibatkan Tim PSS PMI Pusat, Elvana Kusdijanto dari PMI Kabupaten Jember dan Farah Putri A dari PMI Kota Jakarta Timur, bersama Tim PSS PMI Kabupaten Nagekeo, Angelina Marici Ema dan Laurentia Brindrisa Mogi.
PMI menyatakan akan terus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nagekeo melalui layanan psikososial dan edukasi sesuai kebutuhan anak-anak, guru, serta kelompok rentan lainnya.
Bagi PMI, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga pemulihan rasa aman, keberanian, dan harapan masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari. (Red)







