banner 400x130

Dinsos Jember dan BPS RI Sinkronkan Data Kemiskinan Daerah

Dinsos Jember kordinasi dengan BPS RI

JEMBER — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat koordinasi dan sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Lingga Diputra, bersama jajaran Pemkab Jember melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke kantor BPS RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Lingga mengatakan, pertemuan tersebut membahas teknis penyelarasan data serta sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan daerah dengan indikator pendataan yang digunakan BPS.

“Kami berkonsultasi dan memohon arahan serta masukan dari BPS pusat. Tujuannya, agar berbagai program pengentasan kemiskinan yang tengah dijalankan Pemkab Jember dapat berjalan selaras dan terintegrasi dengan BPS,” ujar Lingga.

Menurutnya, Pemkab Jember telah menjalankan sejumlah program intervensi sosial yang diarahkan pada dua pilar utama. Yakni meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu serta meningkatkan pendapatan warga miskin yang masih produktif.
Salah satu program yang telah berjalan adalah layanan Homecare bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun, Lingga menyebut sejumlah capaian dan intervensi yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Jember belum seluruhnya tercatat secara optimal dalam basis data statistik nasional.

Dalam audiensi tersebut, yang turut dihadiri Sekretaris Utama dan perwakilan BPS Jawa Timur, Pemkab Jember mendapat informasi mengenai Sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi (Singosari) milik BPS.

Sistem tersebut memungkinkan program dan kegiatan intervensi sosial yang dilaksanakan setiap OPD daerah dicatat serta diakomodasi dalam sistem integrasi data BPS.

Sebagai tindak lanjut, Dinsos Jember akan mengirimkan surat resmi kepada BPS Provinsi Jawa Timur untuk meminta akses terhadap aplikasi tersebut.

“Dengan integrasi ini, seluruh intervensi yang disalurkan pemkab dapat terdata secara ak

urat, sehingga dampaknya benar-benar efektif menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember,” pungkas Lingga. (Adv)

Penulis: Sugito