MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue di Royal Caravan Hotel, Trawas.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian ini, bertujuan untuk mengasah kesiapsiagaan serta profesionalisme personel dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam, khususnya di wilayah kawasan hutan dan pegunungan.
Kegiatan seperti ini penting dilakukan mengingat di balik keindahan alam vegetasi hutan Kabupaten Mojokerto terdapat risiko kebencanaan yang nyata seperti cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga potensi pendaki atau penyintas yang tersesat. Untuk itu , ia menganggap keahlian penyelamatan di medan hutan dan gunung merupakan instrumen wajib bagi seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kab. Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, menyampaikan tujuan diselenggarakan pelatihan ini untuk mengasah kesiapsiagaan serta profesionalisme personel dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam, khususnya di wilayah kawasan hutan dan pegunungan.
Selain itu pihak BPBD menyanggupi terkait pengoptimalan potensi wisata alam di Kabupaten Mojokerto, karena baginya tiap organisasi pemerintah daerah (OPD) seharusnya turut berperan dalam mendukung kepariwisataan sebagai salah satu penunjang ekonomi masyarakat.
“Kami juga punya pola pikir di mana setiap OPD adalah ‘Dinas Pariwisata’, sehingga BPBD akan selalu komit untuk mendukung semua kegiatan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, terutamanya sport tourism,” jelas Rinaldi.
Dijelaskan peserta kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue terdiri dari 80 orang personel, antara lain, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) atau TRC Kabupaten Mojokerto, pemadam kebakaran, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan mitra BPBD Kabupaten Mojokerto yang lainnya.
“Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tapi sebuah instrumen keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana,” pungkas Kalaksa BPBD Kab. Mojokerto .
Secara terpisah Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal usai membuka kegiatan pelatihan ini menekankan bahwa di balik keindahan alam vegetasi hutan Kabupaten Mojokerto terdapat risiko kebencanaan yang nyata seperti cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga potensi pendaki atau penyintas yang tersesat.
Oleh sebab itu, ia menganggap keahlian penyelamatan di medan hutan dan gunung merupakan instrumen wajib bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan pelatihan ini dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi meningkatkan keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana,”tegas Wabub Mojokerto, dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Mas Rizal panggilan Wabup Mojokerto berkomitmen Pemkab Mojokerto dalam mendukung upaya kegawatdaruratan di wilayah Bumi Majapahit ini. Ia juga menambahkan tentang pentingnya kesiapsiagaan aparatur dan relawan dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata daerah.
Baginya, kesiapsiagaan serta ketangkasan personel BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC) menjadi fondasi penting untuk memberikan jaminan rasa aman bagi para wisatawan.
“Citra pariwisata bukan sekadar keindahan alam, infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan waspada akan potensi-potensi alam yang indah ini, kalau kita meremehkan, ini bisa menjadi bencana, jadi saya kira teman-teman di BPBD ini sangat berpotensi untuk mengawal bagaimana pariwisata kita akan berkembang di kemudian harinya,” pungkasnya. (*)







