SURABAYA, Wartatransparansi.com – Pameran seni kontemporer ARTSUBS 2026 di Balai Pemuda Surabaya, rami dibuka, Sabtu (19/9/2026). Perhelatan berskala nasional ini dijadwalkan digelar selama 50 hari atau hingga Minggu, 8 November 2026.
Tahun ini, pameran bertajuk “Border, Threshold, and Beyond” menampilkan lebih dari 300 karya seni yang ditampilkan oleh sekitar 120 seniman.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati, mengatakan, Pemkot Surabaya mendukung dan mengapresiasi pameran seni kontemporer yang digelar setiap tahun tersebut. Di pameran ini, masyarakat dapat menikmati karya seni yang ditampilkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, para seniman, dan seluruh warga Kota Surabaya. Mari kita ramaikan dan waktunya lumayan lama, karena tidak cukup satu hari untuk bisa melihat,” kata Bisukma.
Bisukma turut mengajak masyarakat dan pecinta seni untuk menikmati ratusan karya seni kontemporer yang disajikan oleh ratusan seniman dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut digelar mulai 19 September – 8 November mendatang.
Dengan harapan, melalui kegiatan ini Pemkot bisa menambah lebih banyak lagi ruang untuk seniman memamerkan karyanya. Saat ini, lanjut dia, Pemkot telah memiliki sejumlah museum yang dapat digunakan untuk pameran seni seperti ARTSUBS.
“Di Surabaya sudah ada museum di Kota Lama, yaitu museum Bank Indonesia dan beberapa museum lainnya. Kami berharap nantinya pecinta seni di Surabaya dapat menikmati kesenian-kesenian lain yang hadir di Kota Surabaya,” harapnya.
Sementara itu, Direktur ARTSUBS 2026, Rambat, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang telah memberikan kesempatan untuk para seniman memamerkan karyanya di Balai Pemuda.
“Terima kasih juga kepada para seniman yang sudah menampilkan karya terbagusnya, semoga bisa memberikan pencerahan bagi yang melihat karya-karyanya,” ujar Rambat.
Di samping itu, Kurator ARTSUBS 2026, Nirwan Dewanto mengatakan, penyelenggaraan seni rupa kontemporer ini sebagai jawaban atas adanya kebutuhan ruang kontemplasi, refleksi, dan sarana hiburan bagi masyarakat.
Menurutnya kesenian kontemporer ini sebagai hiburan intelektual, bukan sekadar kesenian yang rumit, melainkan bentuk hiburan yang merangsang panca indra dan intelek publik dalam menanggapi era revolusi informatika.
“ARTSUBS ini mewadahi berbagai spektrum karya, mulai dari lukisan, patung dengan material non-konvensional, expanded painting, karya interaktif, hingga instalasi anti-arsitektur dari para arsitek. Mengingat Surabaya dikenal dengan skala kotanya yang megah (gigantik), ARTSUBS hadir menjawab potensi kebudayaan kota yang sejajar dengan statusnya sebagai pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia,” kata Nirwan.
Dirinya menambahkan, melalui pameran ini, Kota Surabaya diproyeksikan menjadi pusat jejaring seni rupa dan seni budaya kontemporer Indonesia yang sangat krusial.
“Kami mengapresiasi peran para seniman serta tim teknis di balik layar yang telah bekerja keras membangun demi terwujudnya pameran ini di Surabaya,” tukasnya. (fri)







