banner 400x130

Jangan Salah Paham, Home Care Jember Tak Sekadar Periksa dan Foto

Petugas Home Care saat datangi pasien di rumahnya

Jember, Wartatransparansi.com – Kritik bahwa layanan Home Care Pemerintah Kabupaten Jember hanya sebatas memeriksa pasien, mengambil dokumentasi, kemudian meninggalkan pasien dinilai muncul karena proses pelayanan dilihat secara parsial.

Kunjungan ke rumah merupakan tahap awal untuk mengetahui kondisi pasien sekaligus menentukan kebutuhan pelayanan berikutnya.

Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, mengatakan pemeriksaan awal menjadi pintu masuk untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien secara langsung.

“Kalau hanya melihat petugas datang, memeriksa, lalu mengambil dokumentasi, memang bisa muncul kesan pelayanan berhenti di situ. Padahal pemeriksaan awal merupakan pintu masuk untuk mengetahui kondisi pasien dan menentukan kebutuhan tindak lanjut,” ujar Untung.

Menurut dia, Home Care merupakan pelayanan kesehatan dengan pendekatan jemput bola. Petugas mendatangi warga yang memiliki keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan, terutama kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember diluncurkan pada Juli 2026. Pemerintah daerah menyebut sasaran layanan ini antara lain masyarakat miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, dan balita stunting.

Sasaran tersebut tidak berarti seluruh warga dalam kategori tersebut memperoleh tindakan medis yang sama. Setiap pasien tetap perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pelayanan.

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sekitar 25 ribu keluarga sebagai sasaran awal Home Care. Keluarga yang masuk dalam sasaran tersebut direncanakan memperoleh kunjungan secara rutin setiap bulan.

Di luar data sasaran, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e maupun melalui puskesmas. Laporan tersebut tidak otomatis membuat warga menjadi penerima Home Care. Petugas kesehatan perlu melakukan skrining dan verifikasi untuk memastikan kondisi pasien serta kebutuhan pelayanannya.

Mekanisme tersebut membuat data sasaran dan aduan masyarakat memiliki fungsi berbeda. Data sasaran digunakan untuk menjangkau kelompok yang telah teridentifikasi membutuhkan pelayanan, sedangkan aduan menjadi pintu masuk untuk menemukan warga yang belum tercatat tetapi membutuhkan pelayanan kesehatan.

Jika hasil verifikasi menunjukkan pasien membutuhkan Home Care, puskesmas kemudian menindaklanjuti sesuai kondisi pasien. Pola ini memungkinkan pelayanan tidak hanya bergantung pada data awal, tetapi juga merespons persoalan kesehatan yang ditemukan dari laporan masyarakat.

Frekuensi kunjungan bagi sasaran yang telah terdata dirancang secara rutin setiap bulan. Namun, tindakan dalam setiap kunjungan tidak selalu sama. Pemeriksaan dan tindak lanjut disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pemerintah Kabupaten Jember menyebut layanan Home Care mencakup pemeriksaan kesehatan oleh dokter, perawatan luka, pemantauan ibu hamil, hingga pemeriksaan menggunakan perangkat USG portabel sesuai kebutuhan.

Pada pasien lansia, misalnya, petugas dapat melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan. Pasien dengan penyakit kronis membutuhkan pemantauan yang lebih berkelanjutan. Sementara ibu hamil dengan risiko tertentu dapat memperoleh pemeriksaan sesuai kebutuhan medis.

Jika kondisi pasien masih dapat ditangani pada tingkat pelayanan primer, tenaga kesehatan memberikan pelayanan sesuai kewenangannya. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, pasien dapat diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Karena itu, kunjungan Home Care tidak berhenti ketika petugas meninggalkan rumah pasien. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan apakah pasien membutuhkan pemantauan berikutnya, pelayanan tertentu, edukasi kepada keluarga, atau rujukan.

Untung mengatakan pelayanan kesehatan di rumah juga penting untuk memastikan kondisi pasien dapat diketahui secara langsung.

“Pemeriksaan awal merupakan pintu masuk untuk mengetahui kondisi pasien , pungkasya. (ADV)

Penulis: Sugito