banner 400x130

Kejar  Karier  650 ASN Kota Mojokerto Ikuti  Seleksi  ProASN 

Wali Kota Mojokerto, Ning Ita saat meninjau pelaksanaan Seleksi ProASN di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto, Selasa (15/9/2029)

MOJOKERTO  – Sebanyak 650 ASN Pemerintah Kota Mojokerto mengikuti seleksi Profiling ASN melalui Program ProASN. Seleksi yang berlangsung selama 3 hari ini, sebagai tahapan penerapan manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah guna meniti karier menunduki jabatan lebih tinggi.

Adapun kompetensi yang dipetakan meliputi  kompetensi manajerial, kompetensi sosiokultural, literasi digital, serta preferensi karier. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, profiling bukan merupakan tujuan akhir, melainkan salah satu tahapan untuk melengkapi data dalam sistem manajemen talenta ASN.

“Ada kegiatan profiling ASN dalam rangka memenuhi tahapan terkait dengan manajemen talenta yang sudah kita expose beberapa waktu lalu di BKN Republik Indonesia. Jadi, bukan pada profilingnya, profiling itu adalah tahapan untuk mengisi komponen yang ada pada manajemen talenta,” jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, usai mengunjungi Kegiatan ProASN  yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto, Selasa (15/9/2029).

Menurut Ning Ita, penerapan manajemen talenta akan memberikan kemudahan bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melakukan penataan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Dijelaskan kegiatan ProASN selama tiga hari mulai 14 – 16 September 2026 ini diikuti 650 ASN Pemerintah Kota Mojokerto mulai dari jabatan fungsional sampai pelaksana/ satff. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi setiap harinya untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses pemetaan dengan tertib

“Manajemen talenta ini akan memudahkan bagi saya selaku PPK, Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam rangka menata SDM di internal Pemerintah Kota Mojokerto,” tuturnya.

Ning Ita menjelaskan, sebelum penerapan manajemen talenta, proses pengisian jabatan tertentu, termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), membutuhkan keterlibatan pihak eksternal melalui panitia seleksi. Dengan adanya manajemen talenta, Pemkot Mojokerto nantinya memiliki talent pool yang memuat pemetaan potensi dan kompetensi ASN.

“Dengan diterapkannya sistem meritokrasi atau manajemen talenta ini, kita akan memiliki talent pool. Ada satu sampai dengan delapan box yang sudah terisi. SDM-SDM yang unggul tentu harus masuk di box yang paling tinggi,” terangnya.

Keberadaan talent pool tersebut, lanjut Ning Ita, akan menjadi basis data dalam proses kaderisasi di lingkungan pemerintahan. Pemerintah dapat mengetahui kompetensi dan potensi masing-masing ASN sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kita akan punya basis data untuk kaderisasi di dalam organisasi pemerintahan ini. Siapa punya kompetensi apa, nanti akan kita kader pada jabatan apa. Kompetensinya bisa kita lihat dari talent pool melalui manajemen talenta ini,” kata Ning Ita.

Penerapan manajemen talenta juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan karier ASN. Pemetaan melalui talent pool akan memberikan gambaran mengenai potensi masing-masing pegawai dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini adalah sebuah sistem yang dibangun oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi ASN berlomba-lomba secara sehat. Menunjukkan kompetensi yang dimiliki agar bisa menduduki jenjang karier yang lebih tinggi dengan berlomba secara sehat,” pungkas Walikota Mojokerto. (*)

Penulis: Gatot Sugianto