SURABAYA — Di tengah dinamisnya panggung politik Indonesia, cara mendekati generasi muda kerap menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik. Diskusi yang kaku, ceramah berdurasi panjang, hingga formalitas organisasi tak jarang justru membuat kelompok muda enggan terlibat.
Berangkat dari fenomena tersebut, Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Jawa Timur memutar otak saat menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Tingkat I Provinsi Jawa Timur. Muhammad Rizal, Ketua Panitia Diklatda AMPG Jatim, mengungkapkan bahwa materi dan kemasan acara ini sengaja dirancang keluar dari pakem lama.
”Anak muda sekarang kalau diisi materi yang sifatnya kaku atau monoton itu gampang bosan. Harus ada hal yang menginspirasi. Ketika mereka sudah terinspirasi, ilmu politik yang disampaikan akan jauh lebih mudah diterima,” ujar Rizal, anak muda asal Ngawi dalam berbincangan santai dengan wartatransparansi.com ditengah acara Diklatda, Minggu (6/9/2026).
Persiapan Singkat, Seleksi Ketat
Ia menceritakan bahwa Diklatda AMPG Jawa Timur ini sangat mepet. Meski persiapannya tergolong mepet—kurang dari satu bulan karena harus menyesuaikan jadwal DPD Partai Golkar dan agenda kepartaian—kualitas penyelenggaraan tetap dijaga ketat. Salah satu kunci suksesnya terletak pada proses penyaringan peserta.
Setiap pengurus AMPG tingkat kabupaten dan kota di Jawa Timur hanya diperbolehkan mengirimkan tiga perwakilan terbaik. Tak sekadar datang, para calon peserta wajib memenuhi kriteria khusus:
Pihaknya memberi contoh, untuk batas Usia: Maksimal berusia 40 tahun. Ini dimaksutkan untuk menjamin keberlanjutan regenerasi.
lalu keterwakilan Gender: Wajib menyertakan unsur kader perempuan dalam setiap daerah.
Dan terpenting menyangkut ujian gagasan, dan calon peserta juga wajib mengirimkan esai berisi pandangan politik anak muda, pemetaan kondisi politik daerah asal, serta pemahaman dasar mengenai partai.
Mekanisme seleksi melalui esai ini kata Ketua OKK PD AMPG Jawa Timur, terbukti efektif. Selama tujuh sesi materi berlangsung, atmosfer pelatihan berjalan sangat interaktif. Diskusi hidup lantaran para peserta yang hadir telah memiliki bekal pemikiran kritis sejak awal.
Ramuan Materi yang Adaptif
Guna menyajikan diklat yang segar, Rizal yang memegang latar belakang pendidikan Teknik Sipil S-1 Universitas Yos Soedarso dan kini menempuh S-2 Manajemen Bisnis di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, memadukan berbagai latar belakang pengetahuannya.
Konsep diklat disusun dengan mengombinasikan materi kebangsaan, nilai sejarah partai, ilmu kebijakan publik ala Golkar Institute, hingga kearifan lokal Jawa Timur.
Materi diklat ditutup dengan pembekalan politik perempuan yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti. Kehadiran figur muda di ranah pemerintahan ini menjadi pemicu motivasi bagi para kader muda, khususnya kader perempuan.
Mencetak Agen Komunikasi Politik
Melalui Diklatda Tingkat I ini, AMPG Jatim tidak sekadar ingin menggugurkan kewajiban program kerja organisasi. Lebih dari itu, skema ini diproyeksikan sebagai pilot project atau percontohan model kaderisasi modern yang ramah anak muda.
”Harapan kami, para pemuda yang lulus dari diklat ini bisa menjadi agen komunikasi politik di wilayahnya masing-masing. Pemuda hari ini sangat aktif bersuara, baik di media sosial maupun di komunitasnya.
Jika dibekali pemahaman politik dan kebijakan publik yang matang, mereka bisa membawa narasi politik yang positif dan membesarkan partai di daerahnya,” tutur Rizal. (*)







