NAGEKEO — Dua unit tenda darurat ditambahkan di RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9/2026). Penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung pelayanan rumah sakit seiring meningkatnya kunjungan pasien pascagempa.
Pemasangan dua tenda yang berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo. Tenda didirikan di area RSUD Aeramo atas permintaan pihak rumah sakit.
Koordinator Posko PMI TDB Nagekeo, Yosef Arnold Lado, mengatakan pembangunan tenda tersebut merupakan bagian dari respons PMI bersama sejumlah pihak dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
“Sudah sekitar dua minggu kami melaksanakan pembangunan tenda di beberapa titik, dengan ukuran tenda keluarga. Namun, atas permintaan dari RSUD Aeramo, kami berkoordinasi dengan BPBD Nagekeo untuk mendapatkan tenda pleton yang kemudian digunakan sebagai tenda darurat untuk kebutuhan rumah sakit,” ujar Yosef.
Selain membantu pemasangan tenda, PMI juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa.
Sementara itu, Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati, mengatakan seluruh layanan rumah sakit masih berjalan. Namun, meningkatnya jumlah kunjungan pasien membuat pihak rumah sakit membutuhkan ruang pelayanan tambahan di luar gedung utama.
“Layanan rumah sakit sampai dengan saat ini masih jalan semuanya. Saat ini kami melaksanakan pelayanan di luar rumah sakit dengan mendirikan tenda darurat,” kata Chandrawati.
Menurutnya, tenda tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat yang datang ke RSUD Aeramo setelah gempa. Keberadaan dua tenda diharapkan dapat menambah ruang pelayanan sekaligus memberikan tempat yang lebih memadai bagi pasien dan pengunjung.
Penambahan tenda darurat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat selama masa pascagempa di Kabupaten Nagekeo. (*)







