banner 400x130
Kediri  

Panaskan Mesin Partai, Golkar Kota Kediri Tuntaskan Struktur Hingga Tingkat Kelurahan

Pelantikan pengurus kecamatan Partai Golkar Kota Kediri dalam Rakerda 2026.
Pengurus Partai Golkar Kota Kediri mengikuti prosesi pelantikan pengurus kecamatan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kota Kediri.(Foto : Moch Abi Madyan).

KEDIRI, WartaTransparansi.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kediri mengklaim telah menuntaskan pembentukan struktur kepengurusan hingga ke tingkat terbawah di tiga kecamatan dan 46 kelurahan/desa guna memanaskan mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.

Penuntasan pembentukan struktur organisasi tersebut diperkuat melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus kecamatan se-Kota Kediri. Kegiatan tersebut digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jalan Super Semar No. 43, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Ketua DPD Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, mengatakan target tersebut dibarengi dengan pembenahan dan penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah. Bahkan, Golkar Kota Kediri juga membidik kursi Ketua DPRD Kota Kediri.

“Dengan semangat Golkar ke depan, kita targetkan minimal tujuh kursi dari yang sebelumnya lima kursi. Insyaallah, target maksimal kita adalah meraih kursi Ketua DPRD Kota Kediri,” ujarnya, usai Rakerda)l sekaligus pelantikan pengurus kecamatan se-Kota Kediri, Jum’at 21 Agustus 2026.

Menurut politisi yang akrab disapa Sudjono, keberadaan pengurus kecamatan menjadi kunci untuk menggerakkan mesin partai sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Pengurus kecamatan bertugas mengoordinasikan jajaran pengurus hingga tingkat kelurahan dan desa.

“Pengurus kecamatan ini sangat penting karena mereka membawahi puluhan kelurahan. Melalui struktur kecamatan, koordinasi dari tingkat desa atau kelurahan bisa tersampaikan secara berjenjang dan efektif,” katanya.

Golkar Kota Kediri kini mengklaim telah menuntaskan pembentukan struktur kepengurusan di tiga kecamatan serta 46 desa dan kelurahan. Struktur tersebut akan diperkuat melalui konsolidasi rutin.

Untuk tingkat kecamatan, konsolidasi diwajibkan minimal tiga bulan sekali. Sementara di tingkat kelurahan dan desa, pertemuan digelar dua hingga empat kali dalam setahun.

“Mesin partai harus terus kita panaskan tiap dua hingga tiga bulan sekali. Lewat konsolidasi berkala ini, para kader dapat langsung menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, dan memperjuangkan aspirasi mereka, mulai dari sektor pendidikan hingga jaminan kesehatan seperti BPJS Gratis Total yang selama ini dinikmati warga,” ujar Sudjono.

Selain memperkuat organisasi, Golkar Kota Kediri mendorong pengurus kecamatan berkolaborasi dengan Pemkot Kediri dalam mengawal program sosial. Di antaranya program bedah rumah dan Bantuan Modal (Bamut).

“Kami ingin memastikan program sosial seperti bedah rumah dan Bantuan Modal (Bamut) benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan dan betul-betul layak menerima,” tegasnya.

Strategi lain untuk mengejar tambahan kursi adalah memperluas basis pemilih, terutama dari kalangan anak muda dan perempuan. Golkar mendorong organisasi sayap partai untuk menjadi pintu masuk bagi generasi muda.

Salah satunya melalui pelantikan Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Kediri yang masih berusia 21 tahun dan berstatus mahasiswa semester dua.

“Tantangan ke depan adalah merangkul anak muda. Ketua AMPI kita yang baru usianya masih 21 tahun. Ini akan kita dorong untuk membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting. Selain anak muda, kita juga menyasar kaum perempuan dengan porsi kepengurusan minimal 30 hingga 40 persen,” kata Sudjono.

Menghadapi tantangan struktur pemilih masa kini, Golkar bertekad memperkuat branding organisasi sebagai wadah politik anak muda.

Pembuktian tersebut tidak sekadar retorika belaka, melainkan diwujudkan dalam komposisi kepengurusan secara riil. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, saat menghadiri Rakerda DPD Partai Golkar Kota Kediri.

“Tentu karena Indonesia hari ini mengalami bonus demografi, di mana posisi generasi muda sangat banyak. Oleh karena itu, menjadi strategis buat Partai Golkar untuk memposisikan sebagai partainya anak muda,” kata Ali.

Ia menambahkan, pembuktian tersebut tidak sekadar retorika belaka, melainkan diwujudkan dalam komposisi kepengurusan secara riil.

“Tidak hanya simbolis, tidak hanya slogan, tetapi seluruh struktur Golkar mulai dari DPP, Provinsi, Kabupaten/Kota itu diisi hampir 40% itu anak muda. Di DPP Golkar itu, ketua umum sampai jajaran itu usianya hampir di bawah saya semua, anak-anak muda semua. Di Golkar Jawa Timur itu hampir 50% diisi anak-anak muda. Dan kita instruksikan di Kabupaten/Kota di Jawa Timur ini agar 40% struktur itu diisi anak-anak muda. Karena kita sekarang branding kita, Golkar hari ini adalah partai yang mempunyai keberpihakan kepada kalangan anak muda,” terangnya.

Sebagai pembeda utama dengan partai politik lain yang sama-sama mengincar pemilih pemula, Golkar Jawa Timur menyiapkan serangkaian program pembinaan dan kegiatan yang langsung menyentuh komunitas muda.

“Oleh karena itu program-program kita selalu bersinggungan dengan anak-anak muda. Kita hari-hari ke depan ada mini soccer di 11 daerah. Kita ada pendidikan politik dan ideologi partai Golkar untuk anak-anak muda. Ketua AMPG kita di Jawa Timur masih usia hampir sama dengan Bu Wali, 27 tahun, bahkan mungkin kurang dari 27. Terus kita juga ada lomba Mars Golkar untuk anak-anak SMA kelas 3 untuk kalangan Kristiani (Kristen dan Katolik). Dan ini semua adalah dalam rangka mewujudkan, memberikan bukti bahwa Golkar hari ini branding-nya adalah partainya anak muda,” tutur Anggota Komisi V DPR RI tersebut.

Ketika ditanya mengenai perbedaan mendasar dibanding partai lain, Ali menegaskan kekuatan Golkar terletak pada aksi di lapangan.

“Kerja nyata untuk anak muda. Seperti tadi saya sampaikan, kita ada mini soccer di 11 daerah mulai tanggal 31 sampai tanggal 19 Oktober. Dan program-program kita lainnya,” katanya.

Menatap kontestasi Pemilu mendatang, Golkar Jatim memasang target agar seluruh fraksi dan jajaran di legislatif mengalami peningkatan.

“Ya tentu, nanti kita akan dorong semua jajaran, semua level di Partai Golkar ini akan naik kelas,” paparnya.

Sementara terkait pemenuhan target calon anggota legislatif perempuan, Ali menegaskan partai tetap mematuhi aturan keterwakilan perempuan sesuai dengan ketentuan regulasi.

“Ya tentu 30% harus putri,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan