KUPANG, Wartatransparansim.com – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), terus bertambah. Data sementara hingga pukul 12.30 WIB mencatat 14 orang meninggal dunia. Namun perubahan begitu cepat dikabarkan sampai pukul 15.00 WIB dikabarkan berubah menjadi 38 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban meninggal tersebar di tiga kabupaten, yakni Sikka sebanyak tiga orang, Manggarai enam orang, dan Manggarai Timur lima orang. Selain korban meninggal, tercatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.
Gempa terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan menyebabkan kerusakan bangunan serta kepanikan warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas sesar naik atau thrust fault.
Petugas gabungan bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi, pendataan korban serta pemeriksaan terhadap bangunan yang terdampak.
BNPB mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG.
(ais/min)







