banner 400x130

24 Oktober 2026, Gandrung Sewu Tampil Beda dengan Konsep Tari Bercahaya

BANYUWANGI – Ada yang beda di Gandrung Sewu tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, tari kolosal ikonik Banyuwangi itu akan digelar malam hari pada 24 Oktober 2026.

Konsep baru ini memadukan tradisi Gandrung dengan tata cahaya dan efek fosfor, sehingga ribuan penari akan terlihat bercahaya di kegelapan malam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan perubahan waktu ini sengaja dilakukan agar Gandrung Sewu terus berkembang.

“Ini bukan sekadar perubahan waktu, tapi kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dan wisatawan. Tradisi tidak harus diam di tempat, bisa terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Ipuk saat konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

Tahun ini, Gandrung Sewu didukung penuh oleh InJourney, holding BUMN Aviasi dan Pariwisata. Kolaborasi tersebut membuat pertunjukan dirancang sebagai atraksi wisata malam yang baru.

Menurut Ipuk, esensi Gandrung tetap dipertahankan. Gerak, irama, dan nilai budaya warisan leluhur tetap menjadi ruh utama pertunjukan.

SVP Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan menilai Banyuwangi punya potensi lengkap untuk menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia.

“Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat. Gandrung Sewu ini sudah sangat dikenal dan berpotensi jadi signature cultural event Indonesia,” ujarnya.

Yudhistira menambahkan, konsep malam hari dirancang agar wisatawan mendapat pengalaman yang utuh, bukan hanya keramaian saat acara saja.

“Harapannya wisatawan yang hadir mendapat seamless experience, dari datang, menonton, hingga menginap dan menikmati Banyuwangi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Muzayyin