banner 400x130

Sajak Kemerdekaan “Taubat”

Djoko Tetuko Abdul Latief

Taubat adalah pengakuan suci karena sadar diri atas sikap dan perilaku masa lalu dan masa baru, juga masa kelabu karena kadang tidak tahu, ingin kembali pada kehidupan normal sejati sesuai hati nurani.

Taubat adalah pengakuan suci karena sadar diri atas sikap dan perilaku, karena ingin kembali seperti rembulan serta matahari setelah terlepas dari proses gerhana.

Taubat adalah pengakuan suci karena sadar diri atas sikap dan perilaku, karena sadar dan menyesal akan dosa atau perbuatan salah, perilaku khilaf dalam sadar atau tidak sadar. Mengubah menjadi kesadaran bersama-sama menjaga negeri surga kecil ini.

Taubat adalah pengakuan suci karena sadar diri atas sikap dan perilaku, karena rahmat, taufik, hidayah, dan ridlo Alloh Subhanallahu wa taala, berniat untuk memperbaiki tingkah laku dan perbuatan dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar pencitraan semata.

Taubat ketika 81 tahun Indonesia merdeka, dengan kekayaan alam melimpah dan berkilau di mana-mana memancar gemerlap, emas, berlian, uranium, nikel, dan berbagai kekayaan alam bak surga, (ternyata) masih saja anak bangsa terlelap dalam tidur penjajahan.

Taubat sebagai rahasia kebaikan secara samar dan goib dalam hikmah menjadi lebih bijak, akan menerbangkan anak bangsa melayang-layang di angkasa bak kapal udara bersama emas berlian dan seluruh kekayaan alam (jika para pemimpin sungguh-sungguh).

Taubat Nasuha

Taubat nasuha adalah tobat yang murni, tulus, dan sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Taala.

Ketika 81 tahun Indonesia merdeka, sebuah kemerdekaan cukup lama dan sudah tua, (ternyata) koruptor masih merajalela, kantor-kantor pemerintah masih berputar-putar seperti komidi putar (masih suka) membawa uang haram, daripada uang halal.

Taubat nasuha adalah jalan terbaik menuju kesadaran massal dari kantor-kantor pemerintah yang (kini) menjelma jadi pusat kantor setan gentayangan, kembali normal mengabdi kepada anak negeri, Ibu Pertiwi, sang saka merah putih suci, dan bumi para wali.

Taubat nasuha adalah tobat yang murni, tulus, dan sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Taubat ini menyesali dosa yang lalu, berhenti total dari perbuatan maksiat dan keburukan saat lalu juga saat ini, serta bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut selamanya.

Taubat nasuha ini, jika dosa tersebut berkaitan dengan hak orang lain (seperti merugikan, mencuri, atau menzalimi), dengan sadar diri meminta maaf atau mengembalikan hak orang tersebut.

Taubat nasuha adalah harapan gerakan besar bergelombang menjadi satu kekuatan , menyelamatkan surga kecil bernama Indonesia, benar-benar menjadi surga kecil itu semakin indah untuk semua anak bangsa.

Taubat Kebangsaan

Taubat kebangsaan adalah kesadaran kolektif atau pengakuan bersama untuk berhenti dari sikap yang merusak sendi-sendi kehidupan sejati, menghancurkan budaya gotong royong saling memberi bukan meminta, memecah belah persatuan. Berniat kembali setia pada dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Taubat kebangsaan adalah kesadaran kolektif atau pengakuan bersama untuk berhenti. Bertekad kuat dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut selamanya. Menyelesaikan urusan sesama manusia dengan sungguh-sungguh.

Taubat kebangsaan adalah kesadaran kolektif atau pengakuan bersama untuk berhenti secara massal seluruh anak bangsa yang sudah pasrah serta menyerah dari berbagai upaya sengaja mengumpulkan dosa, (“karena rahmat, ridlo, dan ijinNya”) tiba-tiba merubah total menjadi malaikat bagi siapa saja.

Taubat kebangsaan adalah kesadaran kolektif atau pengakuan bersama untuk berhenti dan berjanji setia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Taubat kebangsaan atau tobat nasional adalah seruan moral bagi seluruh elemen bangsa—khususnya para pejabat negara, elite politik, dan masyarakat—untuk melakukan introspeksi diri, mengakui kesalahan kolektif, serta memperbaiki tata kelola etika, moral, dan hukum demi kebaikan Indonesia.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional dengan sungguh-sungguh kembali ke Pancasila: Mengubah paham yang menentang ideologi negara menjadi patuh pada aturan hukum nasional.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif, seperti korupsi atau perusakan alam, agar hidup berbangsa menjadi lebih baik.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif,
secara terbuka untuk meninggalkan organisasi terlarang atau anti-Pancasila.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif, seruan ini mencuat sebagai bentuk keprihatinan atas merosotnya nilai moral, ketegangan sosial, serta persoalan hukum dan keadilan di Indonesia.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif,mengajak para pemimpin di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar berhenti saling menyalahkan, “jual beli” kewenangan walau semestinya kalah jadi menang, semestinya menang jadi tidak menang, serta lebih peka terhadap aspirasi rakyat.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif,
memaknai berbagai persoalan bangsa sebagai momentum untuk kembali pada nilai kejujuran, keadilan, dan integritas bernegara dan berbangsa serta beragama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif,
Pemerintah dan penegak hukum mengevaluasi kebijakan yang merugikan masyarakat serta berkomitmen memberantas korupsi dan ketidakadilan.

Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebuah pengakuan
kesalahan kolektif,
mengubah perilaku menyimpang dengan tindakan nyata yang taat hukum, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Taubat, Taubat Nasuha, Taubat Kebangsaan, Taubat kebangsaan atau tobat nasional sebagai sebuah pengakuan kesalahan kolektif, menjadi gerakan kesadaran massal kembali dalam kehidupan normal dan berbangsa juga bernegara tanpa melakukan penyimpangan walau hanya sekian detik saja.

Taubat-Taubat-Taubat

Taubat-taubat-taubat adalah harapan kesadaran massal sebagai gerakan massal menuju cita-cita bersama para pendiri bangsa, sebagai kado 81 tahun Indonesia merdeka, Indonesia gemah ripah loh jinawi (masyarakat
dan wilayah yang subur, makmur, kaya akan hasil alam, serta tenteram).

Taubat, taubat, taubat adalah harapan kesadaran massal sebagai gerakan massal menuju cita-cita bersama para pendiri bangsa, kehidupan anak bangsa tentrem kerto raharjo (tertib, tenteram, dan sejahtera). Sebuah semboyan daerah, desa, atau doa bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Taubat, taubat, taubat adalah harapan kesadaran massal sebagai gerakan massal menuju cita-cita bersama para pendiri bangsa, mengembalikan surga kecil bernama Indonesia menjadi surga bagi rakyatnya, bukan sebaliknya menjadi surga bagi mereka yang terus mendompleng sebagai penjajah. (Rasanya memang masih ada).

Masihkah terus kerja lari tanpa mau berhenti menjaga negeri ini, masihkah terus meneriakkan kata suci sementara diri sendiri justru tidak bersih bersih, masihkah kampanye dengan sentuhan hati nurani sementara setiap melangkah anak bangsa mati suri. Masihkah …, 81 tahun Indonesia merdeka hanya sia-sia.

Mari semua taubat-taubat-taubat menjaga martabat juga derajat bangsa dan negara dalam mengantarkan anak bangsa menuju negara berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Djoko Tetuko)