banner 400x130

Api Kepung Kawasan Bromo, 200 Personel dan 3 Helikopter Dikerahkan Cegah Karhutla Meluas

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ketika meninjau kebakaran di Boromo

SURABAYA Wartatransparansi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus ditangani secara intensif. Sebanyak tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing, sementara 200 personel gabungan dan tujuh unit pemadam kebakaran disiagakan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke titik lain.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, medan kebakaran yang sulit dijangkau menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Karena itu, penanganan dilakukan dengan mengombinasikan operasi udara dan darat.

“Upaya penanganan kebakaran Gunung Bromo medannya sangat menantang. Ada titik yang tidak bisa dijangkau kendaraan maupun personel yang berjalan kaki menuju lokasi. Maka dilengkapi dengan tiga unit helikopter untuk melakukan water bombing,” kata Emil Elestianto Dardak, Senin (10/8/2026)

Emil menjelaskan, pemadaman saat ini difokuskan pada dua titik utama. Yakni kawasan Pundak Lembu, yang berada di sisi timur titik kebakaran puncak B29, serta Watangan di sisi barat.

Di kawasan B29, luas area yang menjadi perhatian mencapai sekitar 500 hektare. Namun, tidak seluruh kawasan tersebut terbakar. Dalam perkembangan terbaru, terdapat tambahan sekitar 250 hektare area terdampak kebakaran sejak Sabtu hingga Minggu pagi.

“Fokusnya di daerah puncak B29, tepatnya Pundak Lembu, lokasi paling timur dari titik kebakaran seluas 500 hektare. 500 hektare tidak terbakar semua, tetapi tambahan 250 hektare terjadi kemarin hingga tadi pagi,” ujarnya.

Selain B29 dan Watangan, titik kebakaran di kawasan Penanjakan juga menjadi sasaran operasi water bombing. Helikopter mengambil air dari Ranupani dan Ranuregulo untuk kemudian diarahkan ke titik-titik api.

Menurut Emil, upaya pencegahan menjadi sama pentingnya dengan pemadaman. Sebab, kondisi angin kencang berpotensi membuat api melompati jalur pemisah dan menjalar ke kawasan lain yang ditumbuhi rerumputan maupun alang-alang.

Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah jalur Kaldera Tengger dengan lebar sekitar 18 meter. Meski dapat menjadi batas alami, jalur tersebut dinilai belum cukup aman untuk menahan laju api apabila angin bertiup kencang.

“Ada jalur lain ke arah Penanjakan lebih pendek, tetapi batas atas dari titik kebakaran. Menjadi titik siaga supaya tidak menyebar,” jelas Emil.
Untuk mengantisipasi perluasan kebakaran, operasi dilakukan secara kolektif dengan mengerahkan tujuh unit damkar, sekitar 200 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta tiga helikopter water bombing.

Titik yang telah berhasil dipadamkan juga tidak langsung ditinggalkan. Personel dan kendaraan pemadam tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari titik yang masih mengeluarkan asap.

“Semua bergerak menangani wilayah yang 500 hektare dan tetap menjadi kewaspadaan,” kata Emil.
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov Jawa Timur bersama pihak terkait juga menutup sementara kawasan TNBTS dari aktivitas wisata.

Penutupan dilakukan untuk memprioritaskan pemadaman, mencegah munculnya titik api baru, sekaligus memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat.

Sementara itu, potensi evakuasi warga di sekitar kawasan rawan juga telah dipetakan. Warga di sekitar B29 mendapat perhatian khusus dan disiagakan lebih banyak personel. Namun, hingga Minggu, evakuasi belum dilakukan karena jarak permukiman dengan titik kebakaran masih dinilai cukup aman.

“Belum pada titik evakuasi, namun sudah disiapkan jalur evakuasi serta ada pantauan 24 jam untuk memastikan warga siaga dan siap dievakuasi jika memang diperlukan,” terang Emil.
BPBD Jawa Timur juga mengerahkan drone sprayer berkapasitas angkut 70 liter air.

Drone tersebut digunakan untuk melakukan pendinginan pada titik-titik yang telah dipadamkan tetapi masih mengeluarkan kepulan asap guna mencegah api kembali muncul.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, kawasan TNBTS ditutup total untuk mendukung proses pemadaman dan memastikan keselamatan masyarakat.

“Kepala balai TNBTS sudah diinstruksikan agar TNBTS ditutup total agar fokus memadamkan api, mengantisipasi kebakaran di tempat lain serta safety first bagi masyarakat,” kata Raja Juli.

Ia menyebut tiga helikopter telah beroperasi melakukan water bombing. Kondisi cuaca yang cerah juga mendukung operasi pemadaman dari udara.

Namun, berdasarkan perhitungan BMKG, operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan. Karena itu, penanganan karhutla untuk sementara mengandalkan water bombing dan kekuatan pasukan darat.

Raja Juli menambahkan, struktur komando penanganan juga diperkuat agar seluruh operasi berjalan lebih terkoordinasi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan personel dan menghadapi berbagai kendala di lapangan. (*)

Penulis: Amin Istighfarin