banner 400x130

RDP Dengan Disperindag Dijamin Tidak Ada Pedagang Yang Tergusur Dalam Pembangunan Gedung Bioskop Di Pasar Baru

RDP Komisi B dengan Disperindag dan Pedagang pasar baru

MAGETAN, Wartatransparansi.com – Komisi B DPRD Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disperindag, paguyuban pedagang pasar baru, yang juga dihadiri Pemilik toko ATK Mahardika.RDP ini untuk mengakhiri adanya polemik pedagang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan.

RDP yang digelar di Ruang Rapat Badan Anggaran dihadiri Kepala Disperindag Sucipto, Sekretaris Disperindag Kiki Indriyani, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Sunardi, dan Mahadhika, yang dipimpin langsung Ketua Komisi B Rita Haryati Jumat (24/7/2026)

RDP diadakan karena keluhan Mahadhika atas cara kominikasi Disperindag memberitahu dampak pembangunan bioskop.

Dhika kecewa dengan cara komunikasi pemerintah terkait rencana pembangunan bioskop di Pasar Baru. “Kami akan mendukung usaha pemerintah mendapat investor untuk meramaikan pasar baru, tapi sosialisasi dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Sucipto akhirnya meminta maaf atas kekurangan komunikasi yang dilakukan.

“Kami kurang sosialisasi karena belum finalisasi dengan investor pembangunan bioskop. Kami pastikan tidak ada pedagang Pasar Baru yang digusur,” kata Sucipto.

Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati berharap pola komunikasi harus terus diperbaiki.Masalah utama pada cara berkomunikasi akhirnya timbul misk
komunikasi.

Setelah kami mempertemukan semua pihak dalam RDP, dapat disimpulkan bahwa persoalan ini berawal dari miskomunikasi. Belum ada keputusan mengenai relokasi maupun penggusuran. DPRD ingin memastikan setiap kebijakan disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan di tengah pedagang

“Ini harus diperbaiki. Jangan gaduh dulu padahal finalisasi dengan investor belum kejadian. Jangan sampai investor enggan karena hal-hal seperti ini,” jelas Rita

Dia menyatakan Komisi B DPRD mendukung upaya pemkab mendatangkan investor di Pasar Baru untuk menggerakkan perekonomian di sana. Dengan prinsip tidak mematikan pedagang yang ada, tapi malah menghidupkan pedagang yang mati.

Rencananya, pembangunan bioskop di Pasar Baru kemungkinan berdampak pada toko alat tulis Ranipuri. Sebagian lahan toko sekitar 3 plong, akan jadi jalan penghubung antara dua gedung bioskop yang akan dibangun di Pasar Baru. (*)

Penulis: Rudy Ardy