SURABAYA, Wartatransparansi.com – Legenda sepak bola nasional asli kelahiran Makasar, dengan terohen prestasi mentereng sejak menjadi pemain sampai berkecimpung di dunia kepelatihan, M. Basri, telah wafat, berpulang ke rahmatullah (meninggal dunia), pada usia 83 tahun.
M. Basri diantar keluarga, teman dan sahabat, juga mantan pemain Niac Mitra serta beberapa mantan pemain Persebaya dan Arema, ke pemakaman Perumahan Lembah Harapan Wiyung, Kelurahan Lidah Wetan, Surabaya, Kamis siang (23/7/2026) pukul 13:00 WIB.
Ahmad Ridwan Basri, putra sulung, almarhum M. Basri, yang turut mengantar ke pemakaman menjelaskan, bahwa almarhum dengan jelas membaca syahadat dengan tegas saat detik-detik terakhir wafat di RS Darmo hingga pukul 04:52 WIB, “Kemudian jam 5 lebih dinyatakan dokter secara medis wafat,” katanya di pemakaman didampingi Rizal.
Selain keluarga, anak, cucu, sahabat, dan sejumlah pemain mantan pemain Persebaya Makrus Afif, Putu Gede, dan Yusuf Ekodono, serta generasi pemain muda Niac Mitra Yusman Mulyono dan Agus Sarianto.

M. Basri, menurut Iwan —panggilan Ahmad Ridwan Basri—, menginjakkan kaki di Surabaya, melatih klub HBS di Surabaya (Sepanjang Sidoarjo) tahun 1973, kemudian bekerja di perusahaan cat Emco, dan melatih klub bersama pak Hattu.
“Almarhum wafat Kamis (23/7/2026), pukul 04:52 WIB di RS Darmo Surabaya, beliau orang baik, dan InsyaAllah husnul khotimah, seperti kesaksian Iwan,” kata Agus Sarianto dan M. Makrus Afif, Kamis (23/7/2026), saat perjalanan keluar dari makam. (*)







